SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 121 tahun 2024 yang dihadiri langsung Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, sekaligus yang bertindak sebagai Inspektur upacara di lapangan Adhirasa Kecamatan Kalianget.
TMMD kali ini dengan tema Darma bakti TMMD mewujudkan percepatan pembangunan di wilayah. Dalam sambutannya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi kepada semua pihak yang telah bersinergi, untuk menggelar kegiatan TNI manunggal membangun desa tahun 2024 di Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep mengharapkan, melalui kegiatan TMMD dapat meningkatkan jalinan kemitraan lintas sektor dengan masyarakat, dalam upaya meningkatkan perbaikan kualitas sarana dan prasarana lingkungan masyarakat yang dibutuhkan.
“Khususnya di Desa Buddi Kecamatan Arjasa sebagai lokasi TMMD tahun 2024 ini,” harap Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
TMMD merupakan program lintas sektoral yang telah dilaksanakan mulai tahun 1980. Kegiatan ini senantiasa dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Kementerian, lembaga Pemerintah non Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah serta masyarakat.
Bupati Achmad Fauzi berharap mengatakan, kegiatan TMMD yang dilaksanakan setiap tahun, senantiasa direncanakan secara bertahap dari bawah ke atas. Hal ini dilakukan untuk menampung aspirasi dan kebutuhan masyarakat di daerah, yang difokuskan pada dua sasaran utama, yaitu sasaran fisik dan non fisik.
“Sasaran fisik difokuskan pada pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana fasilitas umum. Sedangkan sasaran kegiatan non fisik diarahkan untuk mendorong tumbuhnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi sosial kemasyarakatan, kehidupan berbangsa dan bernegara yang didalamnya mengandung hak dan kewajiban sebagai warga negara,” terangnya.
Karena itu kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk mencapai keberhasilan dalam program kegiatan TMMD ini, sangat ditentukan oleh kerjasama yang erat dari semua instansi lintas sektoral terkait dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat.
“Sehingga keberadaan TNI di tengah masyarakat selama pelaksanaan TMMD diharapkan dapat memberikan semangat kebersamaan dan gotong royong yang saat ini mulai memudar,” paparnya.
Bupati yang familiar disapa Cak Fauzi lantas mengajak agar semangat gotong royong hendaknya terus dipupuk dan ditumbuhkembangkan dalam kehidupan masyarakat sebagai identitas khas masyarakat indonesia.
“Kemudian adanya kegiatan penyuluhan, pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat pada kegiatan TMMD, hendaknya mempunyai dampak jangka panjang dalam membentuk karakter dan identitas nasionalisme masyarakat,” ungkap Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Dalam laporannya, Kepala DPMD Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf menyampaikan bahwa TMMD digelar berdasarkan surat telegram Danrem 084 Bhaskara Jaya nomor : ST/25/2024 tanggal 16 Januari 2024, tentang perintah merencanakan dan melaksanakan kegiatan program TMMD tahun anggaran 2024.
Kedis Anwar akrab disapa menerangkan, pelaksanaan TMMD dimulai sejak tanggal 24 Juli sampai dengan 22 Agustus 2024, yang ditempatkan di Desa Buddi, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.
“Dengan rincian peserta daru beberapa unsur, TNI 132 orang, Polri 30 orang, pemkab Sumenep 40 orang dan dari masyarakat 100 orang, jumlah keseluruhan 302 orang,” terangnya.
Kepala DPMD Sumenep menjelaskan, untuk sasaran kegiatannya adalah pembangunan jalan rabat dengan panjang 300 meter dengan lebar 2,85 meter dan Plengsengan tembok penahan tanah dengan volume tinggi 30 cm dengan lokasi di Dusun Batu Tali Desa Buddi, Kecamatan Arjasa.
Lalu pembangunan jalan rabat panjang 300 meter lebar 1,50 meter lokasi jalan Kampung penghubung Pembangunan jalan laten panjang 300 meter lebar 2,60 meter, Pembangunan MWK dan pemasangan teras atap dan pemasangan keramik menuju tempat wudhu di Masjid Darussalam Dusun Tembang, Desa Buddi Kecamatan Arjasa. 2 Rehab RTLH di Desa Buddi dengan lebar 5 meter dengan panjang 7 meter.
“Selain pembangunan fisik, sasaran non fisik yaitu berupa penyuluhan dan sosialisasi diantaranya ada penyuluhan tentang bahaya Narkoba dan Hukum, Penyuluhan Sertifikat Tanah, dan penyuluhan Kesehatan,” jelasnya.
Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep Letkol Inf Yoyok Wahyudi mengatakan, waktu pelaksanaan TMMD selama 30 hari. Maka maka terhitung hari ini semua sasaran harus sudah selesai, sehingga tanggal 24 Agustus 2024, akan dilakukan penutupan.
“Selain itu, berdasarkan intruksi penanggung jawab TMMD di Jakarta, semua satgas TMMD harus membaur dengan masyarakat, dan mereka juga dibekali dengan uang makan, maka uang makan tersebut diserahkan kepada keluarga yang ditempati untuk dimasak dan dinikmati dengan keluarga yang ditempati,” jelasnya.


