PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260619-WA0002
IMG-20260817-WA0001

Bos HM Sumenep Serap Tembakau Petani Madura, Harga Tertinggi Tembus Rp72 Ribu per Kilogram

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pengusaha rokok lokal asal Sumenep, Haji Mukmin yang dikenal dengan sapaan Bos HM, mulai melakukan pembelian tembakau petani pada musim panen 2026. Gudang pembelian miliknya yang berada di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, telah beroperasi untuk menampung hasil panen petani.

Pada musim panen tahun ini, Bos HM menargetkan penyerapan tembakau hingga 1.000 ton. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas penyerapan hasil produksi petani sekaligus turut menjaga harga tembakau di tingkat petani.

“Rencana kita membeli seribu ton,” kata Haji Mukmin saat ditemui di gudang pembelian tembakau di Desa Daramista, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, pembelian tembakau dilakukan melalui sistem konsorsium dengan melibatkan sejumlah pihak. Dengan pola tersebut, pembiayaan untuk menyerap hasil panen tidak sepenuhnya berasal dari modal pribadi.

Dibandingkan musim sebelumnya, jumlah tembakau yang terserap tahun ini diperkirakan meningkat. Namun, pihaknya masih menemukan cukup banyak tembakau yang dipanen sebelum mencapai tingkat kematangan yang ideal.

Menurut Bos HM, pemetikan terlalu dini berdampak terhadap mutu tembakau. Kondisi tersebut membuat harga jual menjadi kurang optimal. Karena itu, petani maupun penebas diminta memperhatikan usia tanaman sebelum melakukan panen.

“Kalau dipetik terlalu muda, kualitasnya kurang bagus sehingga harganya juga tidak bisa maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga pembelian tembakau ditentukan berdasarkan kualitas serta lokasi lahan tempat tembakau ditanam. Untuk tembakau yang berasal dari lahan sawah, harga berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

Sementara itu, tembakau dari lahan tegal dibeli sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Adapun tembakau gunung dan tegal gunung memiliki harga lebih tinggi, yakni berkisar Rp60 ribu sampai Rp72 ribu per kilogram, tergantung kualitas daun.

“Untuk tembakau sawah paling rendah sekitar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Kalau gunung dan tegal gunung sekitar Rp60 ribu hingga Rp72 ribu,” jelasnya.

Bos HM menyebut hasil tembakau dari berbagai wilayah di Madura tetap berpeluang masuk dalam penyerapan, termasuk dari Kabupaten Sampang. Kendati demikian, kualitas daun dan karakteristik lahan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan harga pembelian.

Ia memastikan harga yang diberikan diupayakan tetap layak bagi petani dengan mempertimbangkan biaya yang telah dikeluarkan selama proses budidaya, mulai dari penanaman hingga panen.

“Kita hanya berusaha menstabilkan harga, dari awal sampai akhir,” katanya.

Selain kualitas, kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil tembakau. Curah hujan yang terjadi ketika tanaman memasuki masa panen atau saat proses pengolahan berpotensi menurunkan mutu daun.

Untuk itu, Bos HM kembali mengingatkan petani dan penebas agar tidak tergesa-gesa memanen tembakau. Pemetikan sebelum waktunya dinilai dapat membuat bobot dan kualitas daun tidak berkembang secara maksimal sehingga justru berpotensi merugikan petani.

“Jangan dipetik muda. Pabrik-pabrik besar seperti Sampoerna, Djarum, dan Gudang Garam sampai sekarang belum membeli. Jadi tidak perlu terburu-buru memetik tembakau muda karena beratnya nanti kurang dan petani yang dirugikan,” tegasnya.

Bos HM juga berharap perusahaan rokok berskala besar segera memulai pembelian tembakau sehingga produksi petani Madura dapat terserap lebih luas.

Ia meminta perusahaan rokok segera memberikan kepastian mengenai jadwal pembelian, mengingat sebagian tembakau petani sudah memasuki masa panen.

“Teman-teman media bisa menanyakan kepada pabrik-pabrik besar kapan mereka mulai membeli. Tembakau kita sudah banyak dan banyak yang sudah panen. Harapannya segera ada penyerapan,” ujarnya.

Dengan target mencapai 1.000 ton, gudang pembelian di Desa Daramista akan tetap beroperasi selama persediaan tembakau petani masih tersedia.

Kehadiran gudang tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif pasar bagi petani sekaligus membantu menjaga stabilitas harga tembakau Madura selama musim panen 2026.

Bacaan Lainnya

Pengiriman Perdana Tembakau Prancak 95, Kepala DKPP Sumenep Targetkan Pasar Lebih Luas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian...

BPRS Bhakti Sumekar Andalkan Jemput Bola untuk Perluas Akses Perbankan Syariah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – PT BPRS Bhakti Sumekar...

SimPel BPRS Bhakti Sumekar Kian Diminati Sekolah di Pulau Kangean

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Program Simpanan Pelajar (SimPel)...

Ayunda dan Singo Pakso Bangun Semangat Kebersamaan Karyawan di Momentum HUT RI ke-81

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Owner Ayunda Siap Serap Tembakau Petani Lokal Pamekasan pada Musim Panen 2026

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Perusahaan Rokok (PR) Ayunda...

Peringati HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Satukan Karyawan hingga Kepulauan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – PT BPRS Bhakti Sumekar...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *