PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Proyek RSUD Randudongkal Senilai Rp45,5 Miliar Dipending, Kadinkes Sebut Atas Perintah Plt Bupati

Pada
A-AA+A++

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Proyek pembangunan RSUD Randudongkal, Kabupaten Pemalang, dengan nilai pagu anggaran Rp45,5 miliar hingga kini belum berjalan. Meskipun proses lelang telah menghasilkan pemenang, Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang memilih menunda penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK).

Proyek tersebut sebelumnya dilelang melalui LPSE Kabupaten Pemalang dengan pagu anggaran Rp45.500.000.000. Dalam prosesnya, PT Majapahit Astabaja, Pedurungan, Semarang, ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp42.310.464.454.

IMG-20260926-WA0006

Sebelumnya, PT Kartikasari Manunggal Putra sempat dinyatakan sebagai pemenang lelang dengan nilai penawaran Rp39.579.846.868. Perubahan penetapan pemenang tersebut kemudian menuai protes dan aksi demonstrasi dari GRIB JAYA Pemalang.

Kelompok tersebut mempertanyakan perubahan pemenang dan menduga adanya persoalan dalam proses lelang. Namun, pihak LPSE menyampaikan bahwa pemenang sebelumnya tidak dapat menunjukkan kualifikasi dua tenaga ahli yang dipersyaratkan dalam proses pengadaan.

Dampak OTT KPK

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pemalang nonaktif, Anom Widiyantoro, disebut turut berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah proyek di daerah tersebut.

Seorang kontraktor yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, sejumlah proyek di Pemalang saat ini mengalami perlambatan bahkan belum dikerjakan.

“Semua proyek mandek, alias tidak dikerjakan,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat sejumlah kontraktor lebih berhati-hati. Terlebih, beberapa kontraktor disebut telah menjalani pemeriksaan dan rumahnya digeledah KPK, selain sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

“Yang berjalan hanya proyek yang dalam proses lelang dan benar-benar fight,” katanya.

Sementara itu, terkait proyek pembangunan RSUD Randudongkal, Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang menyatakan belum menerbitkan SPK meskipun proses lelang telah menetapkan pemenang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, membenarkan bahwa proyek tersebut masih ditunda.

“Kita belum menerbitkan SPK. Kita pending dulu. Ini perintah dari Plt Bupati Nurkholes,” ujar Wiji Mulyati saat dihubungi melalui telepon, Kamis (20/8/2026).

Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai sampai kapan penundaan penerbitan SPK proyek pembangunan RSUD Randudongkal tersebut berlangsung. (mam)

Bacaan Lainnya

Anggaran Jalan-Jalan Dalam 1 Paket di Dinkes P2KB Sumenep Tembus Ratusan Juta, Kadinkes Tutup Mulut

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Anggaran jalan-jalan dalam satu...

Puskesmas Guluk-Guluk Bertahun-tahun Diduga Beroperasi Tanpa IPAL, Kadinkes Ellya Membisu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Puskesmas Guluk-Guluk di bawah...

Kontribusi di Bidang Kesehatan, dr. Erliyati Dianugerahi Brevet Kehormatan TNI AL

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – dr. Erliyati, M.Kes, Plt....

RSUD Sumenep Semakin Meningkat, Kini Tambah Fasilitas Diagnostik dengan Pengoperasian CT Scan 64 Slice

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

Bupati Sumenep Dukung RUN IDI RUN sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana Stadion Ahmad Yani...

Komitmen Perkuat Pelayanan Kesehatan, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Penghargaan JSI

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dedikasi Rumah Sakit Umum...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *