SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep. Salah satunya dirasakan masyarakat Desa Langsar Laok, Kecamatan Saronggi, yang mengalami keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo turun langsung meninjau sekaligus memastikan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat, Senin (5/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep Dr. R. Abd. Rahman Riadi, Kepala Satpol PP dan Damkar, Camat Saronggi, serta Kepala Desa Langsar bersama jajaran.
Distribusi air bersih juga melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Baznas, dan Kodim 0827 Sumenep. Air disalurkan menggunakan armada tangki untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Bupati Achmad Fauzi mengatakan, pemerintah daerah harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar, termasuk keterbatasan air bersih akibat musim kemarau.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih mendapatkan perhatian dan bantuan. Pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika kebutuhan dasar warga menghadapi persoalan,” kata Bupati Fauzi di sela kegiatan.
Menurutnya, persoalan kekeringan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, TNI, lembaga sosial, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara bersama-sama. Kami terus mendorong sinergi seluruh pihak agar bantuan air bersih bisa menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Bantuan air bersih yang disalurkan di Langsar Laok diangkut menggunakan truk tangki milik BPBD dan Dinsos P3A Sumenep. Armada tersebut dikerahkan untuk membantu masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air dari sumber yang tersedia di wilayahnya.
Kepala Dinsos P3A Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, S.E., M.M., mengatakan pihaknya turut memastikan proses distribusi berjalan lancar dan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mendampingi proses penyaluran air bersih agar bantuan pemerintah dapat langsung dirasakan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan air akibat kemarau panjang,” ujarnya.
Ia menilai, kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan dalam menghadapi dampak kekeringan. Sebab, kebutuhan air bersih berkaitan langsung dengan aktivitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pihak terkait. Tujuannya agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani secara terkoordinasi,” katanya.
Rahman berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat Desa Langsar Laok selama musim kemarau. Pemerintah, kata dia, juga terus memantau wilayah lain yang berpotensi mengalami persoalan serupa.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Langsar Laok. Kehadiran pemerintah harus benar-benar memberikan manfaat, terutama ketika warga menghadapi kebutuhan dasar seperti air bersih,” tuturnya.
Keterlibatan Baznas dan Kodim 0827 Sumenep turut memperkuat upaya bersama dalam menangani dampak kekeringan. Sementara itu, Camat Saronggi dan pemerintah desa ikut mendampingi proses distribusi agar bantuan dapat disalurkan secara tertib kepada warga sasaran.
Bagi masyarakat Langsar Laok, kedatangan bantuan air bersih menjadi angin segar di tengah kondisi kemarau. Air yang didistribusikan melalui armada tangki dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami keterbatasan sumber air.
Pemkab Sumenep sebelumnya juga telah melakukan berbagai langkah penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat terdampak, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BPBD, Dinsos P3A, Baznas, Kodim 0827 Sumenep, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa, penanganan kekeringan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Kehadiran pemerintah dalam penyaluran air bersih tersebut sekaligus menunjukkan komitmen untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama menghadapi musim kemarau panjang.

Tidak ada Respon