SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan literasi digital hingga ke wilayah kepulauan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jalan Sehat QRIS Sumenep 2026 yang diikuti ribuan warga Kecamatan Gayam dan Nonggunong di Pulau Sapudi, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian Festival Literasi Digital (Viral) Sumenep 2026 ini tidak hanya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga memperkenalkan sistem pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Program tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan menggandeng Bank Jatim. Pulau Sapudi menjadi lokasi pertama pelaksanaan kegiatan jalan sehat bertema QRIS di wilayah kepulauan Sumenep.
Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, turut hadir bersama perwakilan Bank Jatim Cabang Sumenep dan Camat Gayam. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan sinergi pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam memperkenalkan sistem transaksi digital kepada masyarakat.
Jalan Sehat sebagai Sarana Edukasi Digital
Ferdiansyah menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang dengan memadukan aktivitas olahraga dan edukasi keuangan digital. Melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, warga diharapkan semakin mengenal manfaat transaksi nontunai dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pengenalan QRIS menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap perkembangan sistem pembayaran yang semakin mudah diakses.
“Kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga membawa misi edukasi agar masyarakat semakin mengenal transaksi nontunai yang praktis dan mudah diterapkan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” kata Ferdiansyah.
Ia menilai, masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan juga perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami perkembangan teknologi keuangan. Dengan demikian, pemanfaatan layanan pembayaran digital dapat semakin dikenal dan digunakan sesuai kebutuhan.
Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, penggunaan QRIS juga dapat menjadi alternatif pembayaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui sistem tersebut, pelaku usaha berkesempatan menyediakan metode pembayaran nontunai yang praktis. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memahami tata cara penggunaan QRIS, memeriksa kesesuaian nominal pembayaran, serta menjaga keamanan saat bertransaksi.
Enam Sepeda Listrik Meriahkan Kegiatan
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan jalan sehat. Untuk menambah semarak acara, panitia menyediakan beragam hadiah bagi peserta, termasuk enam unit sepeda listrik sebagai hadiah utama dan puluhan hadiah menarik lainnya.
Kehadiran hadiah tersebut turut menyemarakkan kegiatan yang diikuti warga dari dua kecamatan di Pulau Sapudi.
Namun, di balik kemeriahan acara, kegiatan ini juga membawa tujuan yang lebih luas, yakni membangun pemahaman masyarakat mengenai transaksi digital sekaligus memperkenalkan alternatif pembayaran yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi.
Bapenda Sumenep berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak berkelanjutan, terutama dalam memperluas penggunaan QRIS di Kecamatan Gayam, Nonggunong, dan wilayah kepulauan lainnya.
“Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong perluasan penggunaan QRIS di Kecamatan Gayam dan sekitarnya, sehingga masyarakat kepulauan semakin siap mengikuti perkembangan transaksi digital yang terus berkembang,” pungkas Ferdiansyah.
Dorong Transformasi Digital hingga Kepulauan
Pelaksanaan Jalan Sehat QRIS Sumenep 2026 di Pulau Sapudi menjadi salah satu upaya mendekatkan edukasi pembayaran digital kepada masyarakat di luar wilayah daratan utama Kabupaten Sumenep.
Pengenalan teknologi keuangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui sosialisasi dan pendampingan yang melibatkan masyarakat serta pelaku UMKM.
Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan transaksi digital secara tepat, aman, dan sesuai kebutuhan. Sementara itu, pelaku UMKM dapat mulai mempertimbangkan QRIS sebagai salah satu pilihan untuk mendukung kemudahan pembayaran dan pengembangan usaha.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan sektor perbankan, perluasan literasi digital di wilayah kepulauan diharapkan semakin berkembang sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih merata.

Tidak ada Respon