PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Owner Ayunda Group Dukung Pengembangan Pesantren, Apresiasi Prestasi Tiga Santri Pamekasan

Pada
Sosok Owner Ayunda Group, H. Bambang Budianto yang peduli terhadap pengembangan pesantren 
Sosok Owner Ayunda Group, H. Bambang Budianto yang peduli terhadap pengembangan pesantren 
A-AA+A++

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) — Prestasi membanggakan ditorehkan tiga santri Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Pamekasan, dalam kompetisi bahasa Mandarin tingkat nasional. Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Utama CV Ayunda Permata Sejahtera, H. Bambang Budianto, yang memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi generasi muda di lingkungan pesantren.

Ketiga santri tersebut adalah Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar. Mereka merupakan siswa kelas II Madrasah Aliyah (MA) Syeh Abdurrahman Rabah yang berhasil menunjukkan kemampuan dalam bidang debat dan pidato berbahasa Mandarin.

IMG-20260926-WA0006

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Harian Disway di Pakuwon Mall, Surabaya. Dalam ajang itu, ketiganya meraih penghargaan pada kategori lomba debat dan pidato bahasa Mandarin, dengan capaian Juara I Nasional, Juara Harapan I, dan Juara III Nasional.

Atas prestasi tersebut, ketiga santri memperoleh penghargaan berupa perjalanan ke Tiongkok selama tujuh hari. Hadiah itu menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras, kemampuan, dan keberhasilan mereka dalam mengikuti kompetisi di tingkat nasional.

H. Bambang Budianto menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian para santri. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa lembaga pendidikan pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda yang mampu mengembangkan keterampilan bahasa asing dan bersaing di berbagai bidang.

Ia menilai, prestasi itu patut mendapatkan dukungan agar semakin banyak santri memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan serta memperluas wawasan.

Bambang berharap penghargaan berupa perjalanan ke Tiongkok dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi ketiga santri untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti mengejar prestasi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan pesantren merupakan bagian dari upaya bersama dalam membuka peluang bagi generasi muda agar dapat tumbuh, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya.

Pesantren Perkuat Pendidikan Agama dan Keterampilan Bahasa

Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pengembangan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan zaman.

Selain mempelajari kitab kuning, para santri mendapatkan pembelajaran bahasa Arab, Inggris, Korea, dan Mandarin. Pesantren tersebut juga mengembangkan program pesantren digital sebagai bagian dari upaya memperkenalkan teknologi kepada para santri.

Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Abdul Hamid, yang dikenal dengan sapaan Lora Mansuhana, terus mendorong pengembangan lembaga pendidikan tersebut sejak ayahandanya meninggal dunia pada 2016.

Berbagai program pendidikan diarahkan untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghadapi tantangan di masa mendatang.

Lora Mansuhana menegaskan bahwa penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memahami perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa internasional.

Ia menyambut baik keberhasilan tiga santrinya yang dinilai menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren dapat memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan di luar bidang keagamaan.

Prestasi tersebut diharapkan mampu mendorong santri lainnya untuk semakin giat belajar, berani mengikuti berbagai kompetisi, serta mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.

Perjalanan ke Tiongkok Jadi Motivasi untuk Terus Berprestasi

Bagi Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar, kesempatan mengunjungi Tiongkok selama tujuh hari menjadi penghargaan atas pencapaian mereka dalam kompetisi bahasa Mandarin tingkat nasional.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan motivasi belajar, serta memberikan pengalaman baru dalam mengenal bahasa dan budaya negara lain.

Keberhasilan ketiga santri ini sekaligus memperlihatkan pentingnya lingkungan pendidikan yang mampu memadukan penguatan karakter dan pemahaman agama dengan pengembangan keterampilan bahasa serta penguasaan teknologi.

H. Bambang Budianto berharap dukungan terhadap pendidikan pesantren dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak santri memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mengukir prestasi.

Dari Pamekasan, capaian ketiga santri Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah menjadi gambaran bahwa ketekunan dalam belajar, dukungan lingkungan pendidikan, dan kesempatan untuk berkembang dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih prestasi di tingkat nasional.

Bacaan Lainnya

Kepala DPMPTSP Sebut Pungutan Biaya Tenda di Pinggir Jalan Berau Expo Bukan Kewenangannya, Lantas Siapa?

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Keberadaan pungutan biaya sewa...

Puskesmas Guluk-Guluk Bertahun-tahun Diduga Beroperasi Tanpa IPAL, Kadinkes Ellya Membisu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Puskesmas Guluk-Guluk di bawah...

Mutu Campuran Proyek Preservasi Jalan Rp27,65 Miliar di Berau Dipertanyakan, Pengawas Sebut Pipa PDAM Jadi Kendala

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Kualitas pekerjaan pada proyek...

Dibangun dengan Anggaran Rp2,8 Miliar, Lampu Hias Jembatan Gunung Tabur Kini Padam

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi lampu hias tematik...

Awan Dania Dwi Putri Harumkan Nama Sumenep di Trunodjoyo National Championship III 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

Beton Saluran Proyek Rp27,6 Miliar di Maluang Terlihat Rapuh saat Dibongkar

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Proyek Preservasi Jalan dan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *