SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen mencegah sekaligus menurunkan stunting di ujung timur pulau Garam Madura, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep jamin Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronik (KEK) berjalan dengan baik.
Identifikasi ibu hamil KEK dilakukan dengan cara mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA) dan dinyatakan berisiko apabila LILA kurang dari 23,5 cm. Ibu hamil yang mengalami KEK berisiko untuk melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR).
“Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil KEK diberikan makanan tambahan ibu hamil,” terang Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes, kepada Jurnalis Indonesia, Kamis (26/10/2023).
Sebab kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil sangatlah penting di masa kemahilan. Kemungkikan ibu hamil tersebut mempunyai di antaranya hipertensi, diabetes atau riwayat penyakit lainnya yang dapat memengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan.
“Termasuk stunting bisa juga terjadi bila ibu hamil tidak cukup mendapatkan asupan nutrisi seperti kalsium, zat besi, asam folat, omega-3, serta vitamin dan mineral penting lainnya,” jelasnya.
Sehingga melalui PMT kepada ibu hamil yang mengalami KEK untuk mencukupi nutrisi selama kehamilannya. Harapannya ibu hamil itu selalu sehat dan tercukupi asupan nutrisinya.
“Dan dengan PMT itu dapat mencegah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan balita stunting,” paparnya. (ji/ily)


