PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260508-WA0019
IMG-20260508-WA0009

Kasi Pendma Kemenag Sumenep Akui Dana Sergur Selama 3 Bulan 2018 Belum Dibayar

Pada
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Muhammad Shadik. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Muhammad Shadik, tidak menampik dan mengakui jika dana sertifikasi guru (sergur) swasta yang ada di lingkungannya dari tingkat RA sampai MA selama tiga bulan tahun 2018 belum dibayar hingga kini, Kamis (9/11/2023).

“Iya betul (dana sertifikasi guru swasta di Kemenag Sumenep belum dibayar selama 3 bulan tahun 2018 sampai sekarang-red),” terang Muhammad Shadik kepada Jurnalis Indonesia via selulernya, Rabu (8/11/2023) malam.

Muhammad Shadik mengaku, Kemenag Sumenep sudah siap tentang berkas-berkas apabila sudah ada perintah dari pusat. “Karena tentu dengan hal ini terkait anggaran Kemenag Jatim melalui pusat pasti koordinasi dengan DPR dan keuangan pusat,” sebutnya.

Setelah itu sebut Kasi Pendma Kemenag Sumenep ini pasti di audit per kabupaten/kota oleh BPKP atau melalui auditor Irjen Kemenag Pusat. “Baru kita ada kejelasan pembayaran karena kami masih menunggu info itu,” kata Muhammad Shadik.

Diberitakan sebelumnya, salah satu penerima sertifikasi guru swasta di lingkungan Kemenag Sumenep mengungkapkan, bahwa sertifikasi guru swasta di Kemenag Sumenep yang tidak dibayar selama 3 bulan hingga sekarang yaitu Oktober, November dan Desember.

“Sampai sekarang belum terbayarkan. Alasannya uangnya tidak cukup,” ungkapnya kepada Jurnalis Indonesia via selulernya.

Sampai saat ini, para penerima sertifikasi guru swasta di lingkungan Kemenag Sumenep mengaku hanya bisa mengelus dada seraya berharap dana sertifikasinya yang merupakan haknya yang tidak dibayar selama tiga bulan tahun 2018 silam itu bisa terbayarkan.

“Tapi hanya janji-janji saja. Ketika ada desakan diadakan pemberkasan, tahun kemarin 2022 pemberkasan 2018 katanya ada audit mau cair. Tapi sampai sekarang gak ada kabar,” bebernya.

Menurut informan Jurnalis Indonesia ini menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya juga, tidak cair karena tidak di audit. Alasannya karena tidak ada biaya untuk audit. (ily)

IMG-20260312-WA0047

Bacaan Lainnya

Dapat Dukungan Penuh Ketua Komite, SDN Barkot 3 Hadirkan Semangat Hardiknas Lewat Ajang Kreativitas Anak Usia Dini

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional...

Momentum Hardiknas 2026, SMAN 1 Ambunten Sumenep Luncurkan Inovasi Sekolah Bebas Sampah Plastik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – SMA Negeri 1 Ambunten,...

Peringatan Hari Jadi ke-44 SMP Negeri 1 Bodeh Berlangsung Meriah

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Suasana ceria menyelimuti wilayah...

BPRS Bhakti Sumekar Apresiasi ICP UNIBA Madura sebagai Model Bisnis Mahasiswa

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Program Innovative Collaborative Project...

Dialog Keummatan LDK Unija Ajak Mahasiswa Jadi Penyejuk di Tengah Perbedaan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)...

Bupati Sumenep Tinjau Langsung Pelaksanaan TKA SMP 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *