SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di ujung timur pulau Garam Madura yang sejalan dengan tagline Bismillah Melayani Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep yang dibawah kepemimpinan Direktur dr. Erliyati, M.Kes, dalam memangkas antrian pasien di loket pendaftaran berhasil menambah dua unit mesin antrian pasien di Front Office (FO).
“Terkait dengan alat baru anjungan mandiri yang sudah kami tambah dua unit yang baru itu adalah salah satu alat pendukung untuk memudahkan antrian di loket pendaftaran,” terang Kepala Bidang Informasi dan Evaluasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. As’ad Zainuddin, M.Kes kepada Jurnalis Indonesia di ruangan PIPP, Kamis (22/2/2024).
Menurutnya, tambahan 2 unit mesin antrian pasien di FO yang tersedia dengan finger digital yang memiliki keunggulan itu sesuai dengan keinginan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyati. Diakuinya, melalui alat itu mampu menatalaksakan bridging pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dan finger BPJS Kesehatan.
“Keunggulan alat yang baru itu sesuai dengan arahan ibu direktur, kami diminta menyediakan alat baru yang di mana alat baru itu punya kelebihan salah satunya bisa mencetak SEP,” jelas dr. As’ad.
Kabid Informasi dan Evaluasi pada rumah sakit pelat merah milik kebanggaan Pemerintah Kabupaten Sumenep melanjutkan, alat yang memiliki keunggulan itu juga menjadi salah satu syarat untuk pendaftaran bagi pasien-pasien, utamanya pasien BPJS.
“Karena di Sumenep ini sesuai amanah dan kebijakan bapak bupati (Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo-red) sudah kabupaten yang menerapkan UHC,” tutur dr. As’ad.
Di mana diatas 96 persen penduduk Sumenep sudah kepesertaan BPJS. Bagi pasien BPJS untuk rumah sakit di manapun pasti mencetak SEP.
“Dan alat yang baru ini bisa masuk kedalam ke sistem yang SEP-nya bisa langsung tercetak,” papar Kabid Informasi dan Evaluasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Kemudian juga terkait dengan finger print. Jadi sistem BPJS itu mewajibkan semua pasien BPJS terutama pada poli-poli tertentu yang hampir 90 persen itu harus finger print. Di mana kalau finger print itu di loket pendaftaran atau di poli.
“Maka sekarang bisa langsung dilakukan di anjungan mandiri,” terang Kabid Informasi dan Evaluasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. As’ad.
Dengan tambahan 2 unit mesin antrian pasien di FO yang tersedia dengan finger digital di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mampu mempercepat, mempermudah dan meringkas pelayanan antrian pasien di loket pendaftaran.
Sebelum ada tambahan unit mesin antrian pasien di FO yang tersedia dengan finger digital itu, awalnya hanya memiliki satu mesin antrian. Sehingga dengan komitmennya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, atas keinginan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar dr. Erliyati, M.Kes, rumah sakit pelat merah milik kebanggaan Pemerintah Kabupaten Sumenep ini berhasil menambah dua unit mesin yang berhasil direalisasikan di akhir tahun 2023.
“Dan alat yang baru itu memang sangat membantu dan sudah digunakan berjalan satu bulan lebih,” jelas Kabid Informasi dan Evaluasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. As’ad. (ily)


