PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, berlangsung dengan nuansa berbeda. Selain diisi dengan kegiatan keagamaan dan pertunjukan budaya, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagi dengan masyarakat.
Sebanyak 10 ribu porsi makanan gratis dibagikan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi yang digelar di Lapangan Garuda, Palengaan, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada ratusan anak yatim serta tali asih bagi guru ngaji se-Kecamatan Palengaan.
Kegiatan semakin semarak dengan digelarnya Gebyar Budaya yang menampilkan empat kelompok musik daul, lima grup drum band, Samman Jidur, hingga Tari Pecut. Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Palengaan turut hadir dan memadati lokasi acara.
Founder Bashra BIP, Ali Zainal Abidin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat berbagi menjadi salah satu nilai yang ingin terus dikedepankan, khususnya dalam momentum peringatan Maulid Nabi.
“Kami ingin terus menebar manfaat melalui makanan gratis, tali asih untuk anak yatim dan guru ngaji. Ini adalah bentuk kecil kepedulian kami di bulan Maulid,” ujar Ali Bang Ali akrab disapa.
Selain pembagian makanan, anak yatim dan guru ngaji juga mendapatkan bantuan berupa sembako dan uang tunai. Perhatian terhadap guru ngaji diberikan sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada masyarakat.
Bang Ali juga menyampaikan bahwa Central 88 Gold dibangun tidak hanya dengan orientasi bisnis, tetapi turut membawa semangat kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa.
Maulid sebagai Momentum Berbagi
Ketua MWCNU Palengaan, KH Muchlis Nasir, menilai peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama kepada anak yatim dan kelompok yang membutuhkan perhatian.
“Maulid bukan hanya seremonial. Dengan gebyar budaya dan makan gratis ini, kita wujudkan semangat berbagi, sekaligus memuliakan guru ngaji dan menyantuni anak yatim sebagai bentuk cinta kepada penerus perjuangan Nabi,” terangnya.
Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan unsur keagamaan, kepedulian sosial, dan budaya masyarakat dalam satu momentum. Ribuan porsi makanan dibagikan kepada warga, sementara anak yatim dan guru ngaji memperoleh tali asih sebagai bentuk perhatian.
Pertunjukan musik daul, drum band, Samman Jidur, dan Tari Pecut juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kesenian lokal dalam perayaan keagamaan.
Melalui kegiatan tersebut, peringatan Maulid Nabi di Palengaan tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berselawat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah serta menumbuhkan semangat berbagi.
Pesan keteladanan Rasulullah SAW pun tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi diwujudkan melalui aksi sederhana yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari berbagi makanan, menyantuni anak yatim, menghargai guru ngaji, hingga melestarikan budaya lokal.

Tidak ada Respon