PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012

Biaya Sewa Perahu Kepulauan 2026 dalam 1 Paket untuk Layanan Ibu Bersalin di Dinkes Sumenep Tembus Ratusan Juta, Kadinkes Kembali Bungkam

Pada
Sosok Kadinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah, yang kembali bungkam dikonfirmasi Jurnalis Indonesia
Sosok Kadinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah, yang kembali bungkam dikonfirmasi Jurnalis Indonesia
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Penggunaan uang APBD yang dikelola Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan, Ellya Fardasah, kembali menjadi sorotan. Kali ini, pengadaan jasa sewa perahu angkutan laut kepulauan yang diklaim untuk pelayanan kesehatan ibu bersalin dengan pagu anggaran lebih dari Rp125 juta. Selasa (3/11).

Berdasarkan data yang diperoleh Jurnalis Indonesia, anggaran tersebut dialokasikan melalui APBD Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2026. Paket pekerjaan itu bernomenklatur “Belanja Sewa Alat Angkutan Apung Bermotor untuk Penumpang (Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin)”.

Dalam dokumen yang ada, volume pekerjaan tercatat satu paket dengan uraian biaya sewa perahu kepulauan. Jenis pengadaannya berupa jasa lainnya, dengan metode pemilihan penyedia melalui pengadaan langsung. Pemanfaatannya disebutkan mulai Januari hingga Desember 2026. Sementara itu, jadwal pelaksanaan kontrak dan pemilihan penyedia dalam dokumen tercatat berlangsung pada Januari 2026.

Besarnya anggaran yang dialokasikan memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan efektivitas pengadaan tersebut. Berapa lama perahu disewa, berapa kali digunakan, dan berapa banyak ibu bersalin yang benar-benar terbantu melalui anggaran Rp125 juta lebih itu? Berapa jumlah ibu bersalin yang telah dilayani? Wilayah kepulauan mana saja yang menjadi sasaran?

Dinkes P2KB Sumenep selaku Pengguna Anggaran juga perlu menjelaskan bagaimana proses penentuan harga sewa dilakukan, siapa penyedia jasa yang ditunjuk, serta bagaimana memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan pelayanan yang diberikan.

Celakanya, hingga kini, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah, dikonfirmasi terkait hal tersebut dan sederet pengadaan lainnya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya mendadak menghilang, enggan merespon.

Jurnalis Indonesia kini dalam penelusuran lebih lanjut. (ily)

Bacaan Lainnya

Anggaran Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting 2026 di Dinkes Sumenep Tembus Rp4 Miliar Lebih Dipertanyakan, Kadinkes Mendadak Menghilang

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Program pendampingan keluarga berisiko...

Konfirmasi Proyek Jalan Rp8,6 Miliar di Segah, Kabid Junaedi Sebut Nama PPK Eko

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan...

Puskesmas Guluk-Guluk Bertahun-tahun Diduga Beroperasi Tanpa IPAL, Kadinkes dan Kapus Kompak Tutup Mulut

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dugaan beroperasinya Puskesmas Guluk-Guluk,...

Warga Masalembu Apresiasi Pengabdian Rahmat Rahim, Berharap Dodi Dores Lanjutkan Pelayanan Prima

JATIM (JURNALIS INDONESIA) – Pergantian kepemimpinan di Kantor...

Pajak Daerah Sumenep Terus Meningkat, Bapenda Berikan Penghargaan kepada Wajib Pajak

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Wujud Terima Kasih kepada Guru, Owner Ayunda Group Pamekasan Berikan Hadiah Umrah di HUT Putrinya di SDN Barkot III

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Perayaan ulang tahun ke-11...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *