PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Bupati Fauzi Terus Berupaya Turunkan Angka Kemiskinan di Kabupaten Sumenep

Pada
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (tengah) didampingi Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto (dua dari kiri) saat FGD untuk terus berupaya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo terus berupaya menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya.

Seperti pada Kamis (1/8/2024) dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak di Aula Bappeda Kabupaten Sumenep.

FGD dihadiri langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmanto.

FGD dilakukan dalam rangka merumuskan dan melahirkan kebijakan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengharapkan, melalui FGD ini melahirkan kebijakan yang dapat semakin menurunkan angka kemiskinan di kabupaten ujung timur pulau Garam Madura.

“Kami mengharapkan FGD ini ada kebijakan yang bisa menurunkan angka kemiskinan di daerah,” tutur Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo berkomitmen untuk menurunkan kemiskinan secara drastis. Terbukti, dibawah kepemimpinannya berdasarkan data BPS angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep setiap tahun mengalami penurunan.

Bahkan data BPS untuk angka penurunan kemiskinan Kabupaten Sumenep termasuk yang terbaik di Jawa Timur.

“Angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep memang menurun setiap tahunnya,” ungkap Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Kendati demikian, bagi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, angka penurunan kemiskinan belum memuaskan, sehingga pemerintah daerah menargetkan turun 10 persen, walaupun keinginnya itu dinilai tidak rasional.

“Tentu saja, kami untuk menekan kemiskinan dengan target 10 persen, perlu kebijakan anggaran yang baik melalui rumusan kebijakan di setiap OPD melalui programnya,” terang Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, pada 2021 angka kemiskinan di Sumenep mencapai 20,51 persen, pada 2022 sebesar 18,76 persen dan pada 2023 turun menjadi 18,70 persen.

“Sehingga melalui FGD ini bisa menjadi acuan untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran dengan kerja sama dan sinergi semua elemen,” jelas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Satu Langkah Menuju Terang, Anggota DPRD Sumenep Ahmad Juhairi Terus Kawal Listrik di Pulau Masalembu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Harapan masyarakat Pulau Masalembu...

May Day 2026, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi Dorong Kebijakan Ketenagakerjaan yang Berkeadilan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Momentum Hari Buruh Internasional...

DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Evaluasi LKPJ 2025, Pansus DPRD Sumenep Tekankan Pemerataan Pembangunan Diperkuat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD...

Sosialisasi Reforma Agraria di Desa Bantarbolang, Warga Sambut Gembira Kepastian Status Lahan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah melalui Badan Pertanahan...

Pemkab Sumenep Melalui DKPP Kembali Ajukan Program Oplah 2026 untuk Tingkatkan Produksi Padi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

IMG-20260320-WA0006