PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Dinkes P2KB Sumenep Gelar Upaya Peningkatan Skrening-Pengelolaan Data PTM 2024

Pada
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardasah (tengah) didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Syamsuri saat memberikan pemaparan dalam upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM tahun 2024. (foto/ist for Jurnalis Indonesia)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, menggelar upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM tahun 2024.

Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari lamanya di De Baghraf Hotel setempat yang berlangsung sejak Senin, 13 Mei 2024. Di hari pertama ini, dengan menyasar melibatkan penanggungjawab program PTM semua Puskesmas di Kabupaten Sumenep.

Lalu menyasar melibatkan juga perwakilan penanggungjawab Klinik, Rumah Sakit dan Dokter Praktek Keluarga yang ada di seluruh Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasah bersama Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Syamsuri saat foto bersama dengan peserta dalam upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM tahun 2024. (foto/ist for Jurnalis Indonesia)

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri memaparkan, tujuan utama dari upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM itu untuk menyatukan data terkait kasus kencing manis pada anak di ujung timur pulau Garam Madura.

Dan diharapkan melalui upaya skrening PTM itu mulai dari kencing manis pada anak, hipertensi pada anak bisa langsung ditangani kalau sudah terdeteksi lebih awal.

“Harapannya ke depan kita bisa mendapatkan satu data yang valid terkait dengan kasus-kasus yang menimpa anak-anak kita terutama adalah untuk usia produktif anak-anak kita yaitu kencing manis dan hipertensi,” terang Achmad Syamsuri kepada Jurnalis Indonesia, Senin (13/5).

Sehingga ketika ditemukan pada kasus-kasus itu melalui skrening itu bisa mendapatkan data yang valid terkait jumlah kasus kencing dan hipertensi khususnya pada anak di Kabupaten Sumenep.

“Sebab dengan adanya skrening pemeriksaan lebih awal itu kepada anak-anak kita, kita juga dapat mencegah terlebih dahulu terjadinya kasus kencing manis dan hipertensi pada anak sehingga tidak jatuh pada fase yang lebih kritis lagi,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep.

Pada hari kedua esok, Selasa (14/5/2024), Dinkes P2KB dalam upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM dengan menyasar melibatkan kader-kader kesehatan yang ada di seluruh Puskesmas baik daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep. (ily)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Momentum Hari Kartini, Direktur RSUD Sumenep Perkuat Pelayanan untuk Masyarakat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. Moh. Anwar...

RSUD Sumenep Tegaskan Seleksi Transparan, 411 Peserta Lolos Tahap Administrasi, Masa Sanggah 21 hingga 23 April 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tingginya minat masyarakat terlihat...

Dinkes Sumenep Tekankan Optimalisasi Imunisasi dalam Kegiatan Monev

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk...

Pelayanan Poli Terpadu RSUD Sumenep Dinilai Memuaskan: Humanis, Responsif, dan Cepat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kualitas pelayanan di Poli Terpadu...

Direktur RSUD Sumenep dr Erliyati Turun Langsung Pantau Pelayanan Pasien

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Direktur RSUD dr. H....

RSUD Sumenep Kembali Buat Terobosan dengan Hadirkan Layanan Terapi Wicara di Poli Rehabilitasi Medik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

IMG-20260320-WA0006