Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Dinkes P2KB Sumenep Gelar Upaya Peningkatan Skrening-Pengelolaan Data PTM 2024

Pada
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardasah (tengah) didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Syamsuri saat memberikan pemaparan dalam upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM tahun 2024. (foto/ist for Jurnalis Indonesia)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, menggelar upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM tahun 2024.

Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari lamanya di De Baghraf Hotel setempat yang berlangsung sejak Senin, 13 Mei 2024. Di hari pertama ini, dengan menyasar melibatkan penanggungjawab program PTM semua Puskesmas di Kabupaten Sumenep.

IMG-20260617-WA0002

Lalu menyasar melibatkan juga perwakilan penanggungjawab Klinik, Rumah Sakit dan Dokter Praktek Keluarga yang ada di seluruh Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasah bersama Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Syamsuri saat foto bersama dengan peserta dalam upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM tahun 2024. (foto/ist for Jurnalis Indonesia)

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri memaparkan, tujuan utama dari upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM itu untuk menyatukan data terkait kasus kencing manis pada anak di ujung timur pulau Garam Madura.

Dan diharapkan melalui upaya skrening PTM itu mulai dari kencing manis pada anak, hipertensi pada anak bisa langsung ditangani kalau sudah terdeteksi lebih awal.

“Harapannya ke depan kita bisa mendapatkan satu data yang valid terkait dengan kasus-kasus yang menimpa anak-anak kita terutama adalah untuk usia produktif anak-anak kita yaitu kencing manis dan hipertensi,” terang Achmad Syamsuri kepada Jurnalis Indonesia, Senin (13/5).

Sehingga ketika ditemukan pada kasus-kasus itu melalui skrening itu bisa mendapatkan data yang valid terkait jumlah kasus kencing dan hipertensi khususnya pada anak di Kabupaten Sumenep.

“Sebab dengan adanya skrening pemeriksaan lebih awal itu kepada anak-anak kita, kita juga dapat mencegah terlebih dahulu terjadinya kasus kencing manis dan hipertensi pada anak sehingga tidak jatuh pada fase yang lebih kritis lagi,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep.

Pada hari kedua esok, Selasa (14/5/2024), Dinkes P2KB dalam upaya peningkatan skrening Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus pengelolaan data PTM dengan menyasar melibatkan kader-kader kesehatan yang ada di seluruh Puskesmas baik daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep. (ily)

Bacaan Lainnya

RSUD Sumenep Perkuat Layanan JKN Melalui Kolaborasi Bersama Ombudsman, YLKI, dan BPKN

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan...

Perkuat Good Governance, RSUD Sumenep Teken Kerja Sama dengan Kejari dan Kantor Pertanahan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

Pelayanan Poli Terpadu RSUD Sumenep Dinilai Memuaskan: Humanis, Responsif, dan Cepat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kualitas pelayanan di Poli...

Pelayanan IGD RSUD Sumenep Kembali Tuai Pujian, Rumah Sakit Kebanggaan Kota Keris Ini Komitmen Berikan yang Terbaik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat...

KPRI RSUD Sumenep Dinobatkan sebagai Koperasi Sehat, Direktur Erliyati: Ini Hasil Kerja Keras Bersama

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA – Koperasi Pegawai Republik Indonesia...

Dinkes P2KB Sumenep Tingkatkan Peran Desa dalam Penanggulangan TBC dan Kusta

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *