SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Koordinator Pengawas (Korwas) Sekolah periode 2024 – 2027 dibawah lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi terbentuk kemarin, Sabtu (24/2/2024).
Pembentukan pemilihan Korwas Sekolah periode 2024 – 2027 berlangsung di Aula SDN Pandian 1. Keberadaan Korwas ini dinilai sangat penting sebagai penghubung aspirasi para pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Akhmad Fairusi mengatakan, peran pengawas sangat penting dalam kebijakan Merdeka Belajar.
Karena menurutnya, dalam konteks optimalisasi tugas dan fungsi Pengawas Sekolah yang bertujuan menciptakan iklim kolaborasi yang mendukung pembelajaran berpusat pada peserta didik, guru, tendik maupun masyarakat.
“Jika sebelumnya Pengawas Sekolah dikenal sebagai sosok atasan bagi kepala sekolah sehingga terkesan ada sekat diantara mereka, namun kini telah terjadi pergeseran paradigma bahwa pengawas sekolah didorong untuk menjadi pendamping teman belajar,” kata Akhmad Fairusi.
Sehingga Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini mengatakan, keberadaan koordinator pengawas sangat penting untuk menjembatani aspirasi para pengawas dari seluruh jenjang TK hingga SMP.
“Agar terjalin komunikasi yang efektif, efisien dan berkesinambungan menuju pendidikan yang berkualitas,” papar Akhmad Fairusi.
Maka lanjut Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Akhmad Fairusi mengungkapkan, dengan dibentuknya Korwas baru ini dapat memberikan penguatan peran pengawas agar maksimal.
“Tidak hanya datang ke sekolah melihat presensi kehadiran saja, namun lebih dari itu dapat memberikan edukasi sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh semua stakeholder di sekolah,” terang Akhmad Fairusi.
Sementara Ketua panitia pemilihan calon Korwas Moh. Fajar mengharapkan, dengan terpilihnya Korwas baru dapat memfasilitasi semua pengawas sekolah, baik jenjang TK SD dan SMP dapat meningkatkan kinerjanya.
“Kalau kinerjanya maksimal maka dapat meningkatkan kualitas sekolah binaan serta dapat memfasilitasi kepentingan pengawas sekaligus dapat menjembatani aspirasi pegawas dengan dinas pendidikan selaku induk organisasi,” harapnya.

Tidak ada Respon