SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengakui program Benchmarking to Best Practices ke Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setempat yang diikuti oleh seluruh Kades di Kota Keris sangat bernilai manfaat.
Demikian diakui oleh Kepala Desa Banra’as, Kecamatan Dungkek, Hj. Fathor. Baginya, study banding ke Bandung yang diikuti oleh seluruh desa di Kabupaten Sumenep beberapa hari lalu banyak ilmu yang didapat dalam pengelolaan desa.
“Termasuk bagaimana mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” ungkap Haji Ong akrab disapa, Jumat (2/8/2024).
Haji Ong mengungkapkan, berkat adanya studi banding yang dilakukan, Kades di Kabupaten Sumenep memiliki referensi bagaimana mengembangkan Bumdes.
“Sebab studi banding ke Bandung Kepala Desa benar-benar belajar, dan studi banding itu bukan abal-abal,” terangnya.
Bahkan, jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan dalam studi banding itu baginya tidak seberapa dengan ilmu yang didapat selama di Bandung.
Untuk memaksimalkan hasil studi banding ke Bandung, Kades Haji Ong meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mendukung program Bumdes yang bakal diaplikasikan oleh masing-masing Desa.
“Karena Bumdes di Bandung itu kenapa sangat berkembang sebab anggaran Bumdesnya sudah besar,” jelas Kades Banra’as.


