Kepala DKPP Sumenep Aktif Pemeriksaan Hewan Ternak Bergejala PMK ke Desa-desa

Pada
A-AA+A++

SUMENEP, JURNALIS-INDONESIA.com – Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, aktif turun kebawah melakukan pemeriksaan hewan ternak bergejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke desa-desa setempat. Bahkan turun langsung dalam pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto.

Sebagaimana pengecekan sapi bergejala PMK salah satunya dilakukan di rumah Sasro (42) warga Dusun Panabesen, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang. Menurut Sasro, sapi miliknya sudah 3 hari mengalami sakit bahkan pada Jum’at (10/6) lalu anak sapi miliknya mengalami mati.

Atas kejadian yang dialami, mengejutkan, dari Pemerintah daerah melalui DKPP Sumenep yang dipimpin langsung oleh Kepala DKPP Arif Firmanto turun langsung kediamannya melakukan pemeriksaan hingga penyuntikan kepada sapi ternaknya.

“Alhamdulillah hari ini Dinas Peternakan (DKPP Sumenep, red) sudah melakukan pemeriksaan hingga penyuntikan kepada induk sapi kami,” terang Sasro pada awak media.

Sasro menyampaikan terimakasih atas upaya yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya DKPP Sumenep dan berharap sapi miliknya yang telah dilakukan pemeriksaan hingga penyuntikan bisa normal kembali.

Saat dilapangan melakukan pemeriksaan, Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto, menghimbau agar peternak kambing dan sapi memberikan jamu kunyit, gula merah dan pepaya masak pada sapi atau kambing yang sudah disuntik itu.

“Sehingga kekebalan tubuh hewan mampu menolak wabah PMK tersebut,” terang Arif Firmanto saat ditemui awak media di lokasi pemeriksaan sapi di Desa Tamidung.

Kepala DKPP Arif Firmanto memaparkan, mayoritas hewan ternak kambing atau sapi yang tertular PMK adalah usia dini (Muda). Dikatakannya, karena yang rentan tertular penyakit PMK adalah di usia tersebut.

Kendati begitu, Arif, Kepala DKPP Sumenep akrab disapa, kembali menghimbau kepada para peternak untuk tidak panik ketika sapi miliknya terkena penyakit. Arif menyarankan peternak diujung timur Madura untuk segera menghubungi petugas melalui Call center 112 yang telah disediakan.

Melalui layanan Call Center 112 para petugas paramedik dan DKPP Sumenep ketika ada yang menghubungi itu bisa langsung segera bergerak melakukan pemeriksaan terhadap sapi, kambing atau kerbau yang terjangkit penyakit itu.

Bacaan Lainnya

Hadiri Dialog Interaktif Ansor Talango, Anggota DPRD Sumenep Rasidi Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Inovasi Pemuda

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pimpinan Anak Cabang (PAC)...

Bupati Fauzi Usulkan Pembangunan Pos TNI AL di Masalembu, Anggota DPRD Sumenep Ahmad Juhairi Beri Dukungan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong...

DPRD Sumenep dan Pemkab Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

DPRD Sumenep dan Pemerintah Daerah Bahas Penyesuaian APBD 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Achmad Fauzi Masuk Radar PDIP untuk Pilgub Jatim 2029

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Peta politik Jawa Timur...

Bapemperda DPRD Sumenep Targetkan 31 Raperda Rampung Tahun Ini

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sebanyak 31 Rancangan Peraturan...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *