SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) Jumat 3 April 2026 – Dalam layanan kesehatan, waktu memiliki peran krusial karena dapat menentukan keselamatan pasien. Oleh sebab itu, kecepatan penanganan, kejelasan informasi, serta pendekatan yang humanis menjadi kebutuhan utama, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Peningkatan kualitas pelayanan tersebut mulai dirasakan masyarakat di RSUD Sumenep. Sejumlah keluarga pasien menyampaikan adanya perubahan signifikan, terutama dalam aspek respons tenaga medis dan komunikasi yang lebih jelas.
Mursid, salah satu pendamping pasien, mengungkapkan pengalamannya saat berada di IGD. Di tengah situasi darurat, ia merasakan pelayanan yang sigap dan mampu memberikan ketenangan.
“Pelayanannya sangat baik. Petugas cepat bertindak dan selalu memberikan penjelasan yang mudah dipahami, sehingga kami tidak merasa kebingungan,” ujarnya.
Ia menilai, bukan hanya tindakan medis yang penting, tetapi juga cara tenaga kesehatan berinteraksi dengan keluarga pasien.
“Kami merasa diperhatikan sekaligus ditenangkan. Itu sangat membantu dalam kondisi seperti ini,” katanya.
Hal senada disampaikan SR, keluarga pasien kritis asal Kecamatan Rubaru. Ia mengaku pernah mengalami pelayanan yang kurang memuaskan di fasilitas kesehatan lain.
“Kami kesulitan mendapatkan kejelasan. Proses koordinasi terasa rumit dan membingungkan,” tuturnya.
Namun, setelah dirujuk ke RSUD Sumenep, ia merasakan perbedaan yang cukup mencolok. Pelayanan dinilai lebih cepat, sistematis, dan komunikatif.
“Alhamdulillah, kondisi keluarga saya yang dirawat di ICU mulai menunjukkan perbaikan. Kami merasa lebih tenang karena semua informasi disampaikan dengan jelas,” ungkapnya.
Dua pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan peralatan, tetapi juga oleh sistem kerja yang terorganisasi serta komunikasi yang efektif.
Dalam kondisi kritis, keluarga pasien membutuhkan kepastian informasi sekaligus dukungan emosional. Komunikasi yang baik terbukti mampu meningkatkan rasa percaya terhadap layanan yang diberikan.
SR juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Lebih baik memastikan langsung melalui pengalaman nyata, terutama saat situasi darurat,” tegasnya.
Selain itu, penerapan aturan yang disiplin seperti pembatasan jam kunjungan, pengaturan jumlah penunggu, serta kawasan tanpa rokok dinilai turut mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi pasien.
Secara keseluruhan, pelayanan kesehatan yang optimal merupakan perpaduan antara kecepatan, ketepatan, dan kepedulian.
Pada akhirnya, dalam situasi darurat, masyarakat membutuhkan layanan yang siap, jelas, dan responsif. Pengalaman para keluarga pasien ini menjadi bukti bahwa kualitas pelayanan akan terlihat dari praktik nyata di lapangan.


