Literasi Keuangan Jelang Lebaran, BPRS Bhakti Sumekar Edukasi Masyarakat Bijak Gunakan THR

Pada
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memanfaatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Melalui kampanye literasi keuangan, masyarakat didorong agar mampu mengatur penggunaan THR secara seimbang sehingga tidak cepat habis.

Dalam materi edukasi tersebut, THR dianjurkan untuk dialokasikan ke beberapa pos utama, yakni 40 persen untuk kebutuhan Lebaran, 30 persen untuk tabungan, 20 persen untuk sedekah atau infak, dan 10 persen untuk kebutuhan pribadi (self reward).

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa pengelolaan THR secara bijak sangat penting demi menjaga stabilitas keuangan setelah momen Lebaran berlalu.

“THR sebaiknya tidak dihabiskan begitu saja, melainkan dikelola dengan perencanaan yang tepat. Dengan pembagian yang proporsional, kebutuhan Lebaran dapat terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan ke depan,” ungkapnya, Rabu (18/3/2026).

Ia menjelaskan, porsi terbesar memang dialokasikan untuk kebutuhan Hari Raya, seperti konsumsi, pakaian, serta keperluan keluarga lainnya. Namun demikian, masyarakat tetap diingatkan agar menyisihkan sebagian untuk ditabung.

“Minimal 30 persen dari THR sebaiknya disimpan sebagai tabungan. Ini penting sebagai cadangan dana darurat atau kebutuhan di masa mendatang,” jelasnya.

Selain aspek finansial, Hairil Fajar juga menekankan pentingnya nilai sosial melalui sedekah atau infak. Menurutnya, Ramadan dan Idulfitri merupakan momentum yang tepat untuk berbagi dengan sesama.

“Kami mengimbau masyarakat agar menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu orang lain. Selain mendatangkan keberkahan, langkah ini juga memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, alokasi untuk self reward tetap diperbolehkan sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, namun dengan porsi terbatas agar tidak mengganggu keseimbangan keuangan.

Melalui edukasi ini, PT BPRS Bhakti Sumekar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan semakin meningkat, khususnya dalam mengelola pendapatan tambahan seperti THR, sehingga terhindar dari masalah keuangan setelah Lebaran.

Bacaan Lainnya

Bupati Sumenep Konsisten Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Kecamatan Batuputih Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Utara Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep,...

Berpihak kepada Petani, Bupati Sumenep Cak Fauzi Tetapkan Kenaikan TIHT Tembakau 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Usai Anom Widiyantoro Jadi Tersangka, Nurkholes Resmi Jabat Plt Bupati Pemalang

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah...

Bappeda Sumenep Petakan Potensi Ekonomi Kreatif untuk Dongkrak Pertumbuhan Daerah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Peduli Petani Tembakau, Bupati Sumenep Didampingi Kepala DKPP Turun Langsung ke Kecamatan Guluk-Guluk

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *