PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Momentum bersejarah yang mengikatkan pada semangat persatuan bangsa dan para pendahulu pada tahun 1908 memulai perjalanan panjang dalam membangun kesadaran kebangsaan pada puncaknya Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dengan sejarah itu, tepatnya pada 20 Mei ini kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke 116 tahun 2024.
Di era modern ini, semangat kebangkitan tersebut harus terus dijaga dan kembangkan terutama dalam konteks kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Hari Kebangkitan Nasional yang ke-116 tahun ini menurut pandangan Akhmad Zaini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa peran pendidikan di momentum Hari Kebangkitan Nasional ini tak lain adalah untuk mengisi ruang menuju Indonesia Emas tahun 1945.
“Jadi mulai sekarang ini siswa kita ini kita siapkan untuk menjadi pemenang perubahan pada tahun 2045 dengan Indonesia Emas,” kata Akhmad Zaini.
“Artinya menang pada perubahan pada saat Indonesia Emas tahun itu yang menikmati yaitu generasi kita, bangsa kita dan jangan sampai ketika maju justru yang menikmati bukanlah bangsa kita sendiri” tuturnya pada Senin (20/5/2024).
Lanjut Zaini menambahkan, oleh karena itu, mulai sekarang ini siswa disiapkan untuk menjadi anak anak yang mampu menghadapi perubahan itu dan menjadi pemenang perubahan itu.
“Dan kita sedang dalam mempersiapkan siswa siswa kita,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Zaini berpesan kepada anak bangsa sekaligus penerus bangsa meminta untuk tidak boleh santai santai.
“Kita harus kerja keras, artinya untuk peran siswa adalah siswa itu hari belajar untuk meningkatkan kompetensi kita begitu pula dengan para guru atau pendidik siswa harus mempunyai kemampuan untuk menyiapkan kemampuan anak anak didiknya dan ini sudah tidak ada waktu lagi untuk bersantai santai terutama bagi anak anak kita, sebab kalau tidak, maka tahun 2045 akan datang mereka hanya menjadi penonton,” lanjutnya.
Kerja keras dalam belajar ini nantinya di tahun 2045 merekalah yang harus menjadi penikmat masa itu. Jadi Generasi bangsa jangan sampai menjadi penonton.
“Dan hari ini kita harus kerja keras karena harus bisa mengisi waktunya dengan belajar lebih baik lagi meningkatkan kompetensi,” ajaknya.
Pentingnya dalam kerja keras dalam bentuk belajar kepada anak anak penerus bangsa karena kemajuan teknologi saat ini yang pesat telah membuka banyak peluang, namun juga membawa tantangan tersendiri. Jadi di tengah arus teknologi ini utamanya pada digital supaya tidak terjebak dan merusak pada ketahanan mental anak anak penerus bangsa.
“Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat akan pentingnya anak anak didik kita ini untuk kerja keras dalam belajar, dengan semangat kebangkitan Nasional yang ke 116 ini mari kita dorong anak anak untuk kemajuan Indonesia Emas di tahun 2045 sebagai penikmat dan bukan menjadi sebagai penonton,” pesannya.
“Semoga semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-116 tahun 2024 ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus bekerja keras dalam belajar demi kemajuan Indonesia menuju Emas,” pungkasnya. (fid)

Tidak ada Respon