PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Tradisi petik laut di Desa Padelegen, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, begitu meriah. Tampak masyarakat nelayan tumplek menyaksikan dan mengikuti prosesi perayaan petik laut.
Masyarakat begitu antusias mengikuti prosesi petik laut dengan mengikuti istighfar dan prosesi karung sesajen yang di ikuti oleh puluhan perahu nelayan.
Kepala desa Padelegen Ibnu Hajar menyampaikan, pelaksanaan petik laut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan rejeki.
“Melalui pelaksanaan petik laut ini, merupakan bentuk syukur kami para nelayan atas keselamatan dan rejeki yang diberikan oleh Allah SWT,” kata kepala desa Padelegen, Ibnu Hajar, Minggu (21/07).
Serta menurutnya, melalui petik laut ini merupakan bentuk silaturrahmi para nelayan beserta para juragan ikan dan yang lainnya. “Kami bisa berkomunikasi dengan semua pihak terkait keselamatan dan alat tangkap,” ujarnya.
Selain itu para nelayan mendapat pembinaan dari dinas perikanan dan kelautan. “Kami melalui kelompok nelayan dapat pembinaan dari Dinas perikanan terkait dengan keselamatan dan alat tangkap,” tuturnya.
Prosesi acara petik laut ini dilaksanakan selama 4 hari terhitung mulai pada hari Minggu tanggal 20 Juli hingga hari Selasa tanggal 24 Juli 2024.
“Kami berharap kedepannya dinas terkait dapat membantu dan memperhatikan kesejahteraan para nelayan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pamekasan Abd Fatah menyampaikan apresiasi terhadap para nelayan yang telah melaksanakan petik laut.
“Ini merupakan bentuk kekompakan dan silaturrahmi yang baik dengan semua para nelayan dan segenap stakeholder yang ada,” ungkapnya.
Menurutnya, ada dua hal yang bisa dipetik dalam pelaksanaan petik laut ini. Yakni tentang kebudayaan dan mensyukuri nikmat Allah.
“Kegiatan ini akan menyatukan hubungan vertikal dan hubungan horizontal dalam kegiatan petik laut,” tuturnya.
Selain itu baginya, kegiatan ini dapat memberikan hiburan kepada masyarakat. Dengan dua perpaduan antara vertikal dan horisontal, maka diharapkan ada perpaduan sinergitas antara OPD terkait, seperti OPD yang dipimpinnya dengan Disporapar.
“Dengan minimnya anggaran maka kami dapat bersinergi dengan OPD terkait, dan dengan Dinas terkait yang ada di provinsi,” pungkasnya. (fid)

Tidak ada Respon