SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melangsungkan prosesi Penobatan Arya Wiraraja dalam rangka perayaan Hari Jadi Ke-755 Sumenep bertajuk Ke’ Rangke’ Kakonengan, di depan Lapangan Giling, Minggu (27/10/2024) malam.
Pada momentum ini, diwarnai berbagai pertunjukan seni dan budaya dan melibatkan 100 penari hingga dimeriahkan 4 group musik tongtong yang disaksikan dihadiri sekitar ribuan masyarakat.
Mengawali sambutannya, Plt. Bupati Sumenep, Nyai Dewi Khalifah mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke 755. “Atas nama pemerintah kabupaten Sumenep saya menyampaikan selamat merayakan hari jadi ke -755 Kabupaten Sumenep. Aplause untuk Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Plt. Bupati mengajak semua masyarakat Sumenep terus bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah potensi warisan sejarah yang mencerminkan keagungan Kabupaten Sumenep pada masanya.
“Tepat pada 31 Oktober 2024 nanti kabupaten Sumenep genap berusia 755 tahun,” terangnya.
Plt. Bupati menerangkan, berdirinya Kabupaten Sumenep tidak lepas dari peristiwa 755 tahun silam, momen diangkatnya Arya Wiraraja menjadi Adipati pertama Kabupaten Sumenep yaitu tanggal 31 Oktober tahun 1269.
“Sejak 1269 tersebut, Sumenep berdiri dengan bentuk kerajaan, baru pada tahun 1929 berubah menjadi Kabupaten. Sampai saat ini Sumenep telah melewati kepemimpinan 35 raja dan 16 Bupati selama berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurutnya, selama dipimpin 35 raja dan 16 Bupati secara bergiliran pihaknya tidak bisa membandingkan dengan prestasi yang diraih oleh para pendahulu dengan kondisi saat ini, karena kondisi sosial, politik, ekonomi, dan budaya saat itu sangat berbeda dengan kondisi masa sekarang.
“Namun semuanya berkomitmen untuk memajukan dan memakmurkan Kabupaten Sumenep. Semangat itulah yang harus menginspirasi kita semua agar mampu meneruskan cita cita pada pendahulu dengan karya terbaik untuk Sumenep,” terangnya.
Plt. Bupati mengatakan, dalam rangka merayakan hari jadi ke 755, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar prosesi penobatan Arya Wiraraja sebagai raja Sumenep pertama.
“Kegiatan ini sangat penting untuk meneladani sekaligus meneruskan jejak langkah para pendahulu Kabupaten Sumenep, khususnya para generasi muda,” katanya.
Plt. Bupati lanjut mengatakan, bahwa sejarah budaya dan tradisi leluhur terbukti mampu mengikat suatu bangsa dan daerah tetap dalam kebersamaan dan persatuan.
“Tanpa pembangunan kebudayaan sebuah bangsa akan kehilangan spirit dalam berkehidupan masyarakatnya,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergitas dan kolaborasi antar semua pelaku pembanguan.
“Mari kita Song-Osong Lombhung, bekerja bergotong royong dengan kebersamaan dan kekompakan . Tetap saling menghargai, saling menguatkan, saling membantu. Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras, dan tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan,” ajaknya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sumenep atas partisipasi dan antusiasmenya dalam mengikuti prosesi Hari Jadi Kabupaten Sumenep.
“Mudah mudahan kabupaten Sumenep dicintai masyarakatnya dan semakin dikenal di mancanegara. Saya dan Bupati bapak Achmad Fauzi menyampaikan terima kasih atas partisipasi luar biasa dari masyarakat Sumenep,” ucapnya.


