Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Pemkab Sumenep Melalui DKPP Lakukan Berbagai Upaya Antisipasi Resiko El Nino

Pada
Kepala DKPP Arif Firmanto di suatu kesempatan mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat yang dipimpin Kadis Arif Firmanto melakukan berbagai upaya mengantisipasi terjadinya resiko El Nino di Kota Keris.

Upaya yang dilakukan DKPP Kabupaten Sumenep seiring rilis dari BMKG, yang memprediksi El Nino bakal terjadi pada tahun 2023 ini.

IMG-20260617-WA0002

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Arif Firmanto bergerak cepat dengan langsung mengerahkan seluruh penyuluh di lingkungannya untuk memberikan edukasi kepada petani terkait dengan dampak dan resiko terburuk dari terjadinya fenomena alam El Nino itu.

“Kami melakukan sosialisasi mitigasi dampak El Nino dan perubahan iklim kepada petani atau kelompok tani melalui penyuluhan,” terang Kadis Arif karib dipanggil, Senin (11/9/2023).

Di samping upaya sosialisasi itu, DKPP Sumenep yang dipimpinnya juga terus berupaya melakukan peningkatkan produktivitas sistem tanam dengan tumpang sari jagung, dan pagi gogo.

“Kami mendorong para petani agar menanam padi di lokasi-lokasi yang memungkinkan ketersediaan sumber air. Sehingga ketersediaan beras dapat terjamin meski El Nino telah terjadi,” jelas Kepala DKPP Sumenep yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan petani di ujung timur pulau Madura.

Kadis Arif mengatakan, jika DKPP Sumenep yang dipimpinnya, sudah melakukan beberapa langkah agar ketersediaan beras di ujung timur pulau Madura tetap dapat tercukupi menghadapi terjadinya El Nino nanti.

“Kami juga mengapresiasi para petani Sumenep yang memiliki kebiasaan menyimpan hasil panen padi dalam kurun waktu yang telah ditentukan,” tutur Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto.

Sehingga melalui kebiasaan petani dan motivasinya, merupakan langkah dalam menjaga ketahanan pangan di tatanan keluarga. Di akuinya, mayoritas petani yang ada di Kabupaten Sumenep memiliki kebiasaan atau budaya menyimpan hasil panen padi untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarganya.

“Dan petani kita itu, sesekali menjual beras ke penggilingan jika ada kebutuhan keuangan,” jelas Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto. (*ji/ily)

Bacaan Lainnya

Tingkatkan Kepercayaan Investor, DPMPTSP Sumenep Gencarkan Pendampingan LKPM

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI dengan Aksi Bersih Lingkungan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Brigjen TNI Kohir Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Harapkan Pemerataan Pembangunan di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Desa Ambunten, Kecamatan...

Nenek Juha, Warga Desa Nyabakan Timur, Berterima Kasih kepada Bupati Fauzi, Rumahnya Berhasil Direnovasi Baznas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nenek Juha, warga Desa...

Pemkab Sumenep dan TNI Pererat Kerja Sama, Fokus Jaga Kondusivitas dan Percepat Pembangunan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Bupati Sumenep Apresiasi Sinergi Polri dalam Mendukung Pembangunan Daerah di HUT Bhayangkara ke-80

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *