SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berjuang meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat nampaknya ternodai oleh Puskesmas Pandian. Pasalnya, masyarakat mengaku kecewa terhadap fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kecamatan Kota Sumenep yang saat ini dijabat PLT lantaran menolak pasien saat hendak periksa tekanan darah.
Adalah Sahlan (60) warga Desa Pandian yang menderita tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut hipertensi mengaku ditolak oleh petugas Puskesmas Pandian saat hendak periksa tekanan darahnya, Senin (9/10/2023.
Warga Pandian ini merasa kecewa berat karena pemintaan untuk periksa tekanan darahnya ditolak mentah-mentah oleh dua orang petugas dengan alasan sudah tutup di jam 12.45 WIB. Padahal kata Sahlan aktivitas di Puskesmas masih ramai dan sibuk melayani beberapa pasien.
“Saya ini mempunyai tekanan darah yang tinggi yang akut dan Saya pernah kena serangan jantung saat itu tensi darah Saya mencapai 220, maka disarankan oleh dokter untuk selalu waspada dan sering kontrol ke dokter pribadi atau dokter siapa saja. Karena kepala terasa seperti mau pecah maka spontan Saya mendatangi Puskesmas terdekat yakni Puskesmas Pandian untuk ngecek tensi darah yang tiba tiba naik. Tapi Sayang seribu sayang sang petugas jaga menolak dengan alasan waktu tugas sudah tidak ada karena dianggap petugas sudah tidak ada dan pulang, Saya disarankan untuk datang besok di pagi harinya saat petugas pada siaga semuanya,” sesalnya kepada Jurnalis Indonesia, Senin (9/10).
Bahkan warga Pandian ini mengaku tidak habis pikir jika dirinya tidak berkenan untuk balik lagi pada besok di jam pagi, oleh petugas Puskesmas Pandian dirinya malah disuruh ke RSUD. “Malah disuruh ke RSUD saja,” geramnya.
Kata Sahlan, bahkan juga petugas di Puskesmas Pandian yang ditemuinya tidak humanis dalam melayani. “Sombong tadi petugasnya juga,” ujar dia seraya geleng-geleng kepala lantaran masih ada petugas yang yang seakan tidak Bismillah Melayani seperti yang ditekankan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam hal pelayanan kepada masyarakat yang harus menunjukkan sikap humanis.
Plt. Kepala Puskesmas Pandian, Rheza Dwiariyanti Rahim mengatakan, jika jam pelayanan di Puskesmas Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, untuk Poli dan Loket tutup sampai jam 12.00 WIB.
Tapi pihaknya mengaku untuk Poli ketika pelayanan belum selesai diselesaikan sampai selesai. “Tapi kalau loketnya tutup jam 12.00 WIB,” katanya dikonfirmasi Jurnalis Indonesia, Senin (9/10).
Sehingga baginya, ketika lebih dari jam 12.00 WIB mengaku sudah diluar jam pelayanan Puskesmas Pandian. “Kalau sudah jam 12.45 WIB itu sudah diluar jam pelayanan kami,” dalihnya.
Namun disinggung jika di atas jam 12.00 WIB Puskesmas Pandian sudah tidak melayani pasien pihaknya menolak. Karena mengaku biasanya diarahkan ke UGD. “Biasanya kami arahkan ke UGD. Karena UGD kami buka 24 jam untuk pemeriksaan,” ngakunya.
Tapi ironisnya, seperti yang dialami pasien warga Pandian (60) ini mengaku tidak disarankan ke UGD malah disuruh pulang agar balik besoknya lagi di jam pagi. Ketika tidak berkenan untuk kembali si pasien mengaku disuruh ke RSUD saja. (ji/ily)


