PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Soal Pernyataan Kepala BGN Sudaryono, FWP: Sikap Pengecut dan Lempar Tanggung Jawab

Pada
A-AA+A++

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kerap dikaitkan dengan kasus keracunan siswa menuai sorotan.

Forum Wartawan Pemalang (FWP) menilai pernyataan yang menyebut persoalan MBG dipicu oleh orang tua, guru, dan wartawan tersebut sebagai sikap yang tidak tepat. FWP menilai pernyataan itu terkesan menutupi persoalan dan melempar tanggung jawab kepada pihak lain.

IMG-20260926-WA0006

Ketua FWP, Drs. Imam Santoso, CPP, menilai terdapat dua poin utama dalam pernyataan Sudaryono. Pertama, program MBG dinilai tidak bermasalah. Kedua, pemberitaan mengenai persoalan MBG disebut menjadi ramai karena orang tua, guru, dan wartawan.

“Saya menilai pernyataan tersebut sebagai sikap pengecut, menutupi kesalahan sendiri, dan melempar tanggung jawab,” tegas Imam Santoso.

Menurut Imam, persoalan dalam pelaksanaan MBG telah muncul sejak tahap awal, mulai dari perencanaan, anggaran, sarana dan bangunan, rekrutmen karyawan, distribusi bahan baku, pengolahan makanan, tenaga pemasak, hingga persoalan dugaan keracunan.

“Hal-hal semacam itu kok dikatakan tidak ada masalah, bagaimana?” ujar Imam.

Ia menambahkan, masyarakat tentu akan menolak makanan apabila ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Terlebih, jika makanan tersebut sudah basi, terdapat ulat, atau bahkan ditemukan bangkai cicak.

Kekhawatiran semakin besar ketika terjadi kasus keracunan yang menyebabkan puluhan siswa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dan dievakuasi menggunakan ambulans.

“Melihat keadaan seperti itu, guru dan orang tua pasti khawatir dan takut anaknya sakit. Kok malah disalahkan?” kata Imam.

Terkait profesi wartawan, Imam menegaskan bahwa pemberitaan mengenai persoalan MBG dilakukan berdasarkan kejadian yang ditemukan di lapangan. Menurutnya, apabila terdapat makanan basi, makanan mengandung ulat, hingga kasus keracunan massal yang menimbulkan korban, peristiwa tersebut merupakan fakta yang dapat diberitakan dengan tetap berpedoman pada kaidah jurnalistik.

“Ketika wartawan menulis berita berdasarkan fakta di lapangan, kok malah disalahkan? Itu bagaimana?” ucapnya.

Imam menyarankan agar Sudaryono lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di hadapan publik. Menurutnya, seorang pejabat publik perlu mempertimbangkan setiap pernyataan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun menyudutkan profesi tertentu.

Sebagai Kepala BGN, lanjut Imam, Sudaryono seharusnya terbuka terhadap berbagai kritik dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG. Ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi, mulai dari sarana dan tata ruang, sanitasi, pemilihan bahan baku, kandungan gizi, tenaga pemasak, hingga waktu pengolahan makanan.

“Kalau dalam pelaksanaan MBG ditemukan makanan mengandung ulat, basi, atau sampai menyebabkan keracunan, sebaiknya segera dihentikan sementara dan diberi waktu untuk melakukan perbaikan,” tegas Imam Santoso. (ely)

Bacaan Lainnya

Aktivitas Truk Pengangkut Kayu di Biatan dan Berantai Disorot, Dishub Berau Belum Memastikan Perizinan

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Aktivitas kendaraan yang diduga mengangkut...

Dishub Berau Bersiap Tertibkan Parkir Liar di Kawasan RSUD dr. Abdul Rivai

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten...

Warga Berau Gelar Aksi di Depan Kantor PLN, Protes Pemadaman Listrik

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Sejumlah warga Kabupaten Berau...

Kelebihan Kuota Calon, Panitia Pilkades Sidorejo Comal Gelar Seleksi Tertulis

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Panitia Pemilihan Kepala Desa...

Kepala DPMPTSP Sebut Pungutan Biaya Tenda di Pinggir Jalan Berau Expo Bukan Kewenangannya, Lantas Siapa?

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Keberadaan pungutan biaya sewa...

Puskesmas Guluk-Guluk Bertahun-tahun Diduga Beroperasi Tanpa IPAL, Kadinkes Ellya Membisu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Puskesmas Guluk-Guluk di bawah...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *