JURNALIS INDONESIA – Di tengah derasnya arus konten media sosial, tidak semua kreator memulai perjalanan dengan konsep besar atau produksi yang serba profesional. Sebagian justru tumbuh dari eksperimen sederhana, mencoba berbagai ide, lalu menemukan karakter kontennya sendiri. Salah satunya terlihat dari perjalanan akun TikTok @muklasramdan1 yang menggunakan nama “klazz”.
Akun tersebut kini telah memiliki sekitar 75,5 ribu pengikut dengan total 5,2 juta tanda suka. Angka tersebut menunjukkan bahwa konten yang dipublikasikan mampu menjangkau audiens dalam jumlah cukup besar.
Menariknya, tampilan profil “klazz” tidak memperlihatkan kesan sebagai akun yang sejak awal dibangun dengan konsep produksi yang rumit. Sejumlah unggahan justru menampilkan potongan kehidupan sehari-hari, suasana masyarakat, hingga video dengan sentuhan humor dan narasi singkat.
Beberapa kontennya bahkan berhasil memperoleh perhatian tinggi. Salah satu unggahan yang terlihat pada profil tercatat mencapai sekitar 67,7 ribu tayangan, sementara unggahan lainnya menembus 10,2 ribu tayangan. Ada pula sejumlah video dengan ribuan penayangan.
Pola tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah konten tidak selalu bergantung pada kemewahan produksi. Ide yang sederhana, dikemas dengan cara yang dekat dengan keseharian pengguna media sosial, tetap berpotensi menarik perhatian.
Di balik akun tersebut terdapat Muhklas Ramdani, yang menggunakan nama pengguna @muklasramdan1. Nama “klazz” kemudian menjadi identitas yang tampil di halaman profil dan berbagai kontennya.
Perjalanan akun seperti ini menjadi gambaran bahwa perkembangan kreator digital dapat berlangsung secara bertahap. Bermula dari mencoba-coba ide, mengunggah konten, melihat respons penonton, kemudian mengembangkan format yang dianggap sesuai dengan karakter audiens.
Bagi Muhklas Ramdani, nama “klazz” Muhklas Ramdani, nama “klazz”bukan sekadar identitas di media sosial. Di baliknya terdapat proses membangun sebuah akun dari eksperimen sederhana hingga berkembang menjadi ruang kreatif dengan puluhan ribu pengikut.
Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana media sosial memberikan ruang bagi siapa saja untuk bereksperimen, menemukan gaya komunikasi sendiri, dan membangun audiens melalui konten yang mereka ciptakan.

Tidak ada Respon