PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260508-WA0009

Hewan Kurban di Sumenep Dipastikan Aman, DKPP Gencar Lakukan Pengawasan Jelang Idul Adha 2026

Pada
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid 
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid 
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan terhadap hewan ternak di sejumlah pasar hewan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Upaya tersebut dilakukan guna mengantisipasi peredaran hewan ternak yang terindikasi penyakit agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya konsumen daging.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, Zulfa, mengatakan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan sekaligus pemeriksaan sampel terhadap hewan ternak yang diperjualbelikan di pasar.

“Menjelang Idul Adha 2026 ini, pengawasan kami tingkatkan. Petugas kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep sudah turun langsung ke berbagai pasar hewan,” terangnya, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, tim kesehatan hewan DKPP kini melakukan pemeriksaan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan kepulauan. Tidak hanya di pasar hewan, pengawasan juga akan diperluas ke lapak-lapak penjualan hewan kurban musiman yang mulai bermunculan.

“Biasanya menjelang Idul Adha banyak pedagang membuka lapak sementara untuk menjual sapi maupun kambing kurban. Tempat-tempat seperti itu juga akan kami awasi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, DKPP memastikan belum menemukan adanya hewan ternak yang terjangkit penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi hewan ternak di pasar hewan masih aman dan tidak ditemukan indikasi penyakit,” ungkapnya.

Meski demikian, pengawasan dan pemeriksaan acak akan terus dilakukan guna memastikan kesehatan hewan ternak yang beredar di masyarakat tetap terjaga.

DKPP juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif dengan segera melapor apabila menemukan hewan ternak yang dicurigai mengalami gejala penyakit.

“Kami berharap masyarakat ikut proaktif memberikan laporan kepada petugas, karena keterbatasan personel membuat kami tidak bisa mengawasi seluruh wilayah secara maksimal,” imbaunya.

IMG-20260516-WA0023

Bacaan Lainnya

Proses Tender Katering RSUD Pemalang Milyaran Rupiah Dinilai Janggal, Diduga Ada Persekongkolan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Proyek pengadaan jasa katering...

Bupati Sumenep Tegaskan Peran Strategis TACB dalam Pelestarian Budaya

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan...

291 CPNS Dilantik Menjadi PNS, Bupati Anom Tekankan Sumpah Integritas

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro...

Bupati Sumenep Perkuat Dukungan Sensus Ekonomi 2026 untuk Pemetaan Potensi Daerah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep mulai meningkatkan...

Bupati Sumenep Minta OPD Genjot PAD

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten...

Meski Dapat Fasilitas dan Tunjungan Besar Sebagai Wakil Rakyat, Anggota DPR RI Dapil Madura Raya Willy Aditya Dinilai Hanya Aktif di Sosmed

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Anggota DPR RI Komisi...

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *