PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Pemkab Sumenep Melalui DKPP Kembali Ajukan Program Oplah 2026 untuk Tingkatkan Produksi Padi

Pada
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid 
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid 
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali mengusulkan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk tahun anggaran 2026.

Program tersebut diarahkan guna meningkatkan produktivitas pertanian, terutama komoditas padi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

IMG-20260926-WA0006

Program Oplah merupakan salah satu kebijakan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian di berbagai daerah sentra produksi pangan.

Selain mendukung peningkatan hasil panen, program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pengajuan kembali program tersebut didasarkan pada hasil pelaksanaan Oplah tahun 2025 yang dinilai cukup berhasil.

“Pelaksanaan tahun sebelumnya berjalan baik, termasuk pembentukan Brigade Pangan di sejumlah kecamatan seperti Saronggi, Lenteng, dan Guluk-Guluk. Itu menjadi dasar bagi kami untuk kembali mengusulkan program serupa pada 2026,” terang Kadis Inung familiar disapa.

Untuk pelaksanaan tahun depan, DKPP mengusulkan beberapa wilayah daratan sebagai lokasi program, yakni Kecamatan Gapura, Ganding, dan Batuan. Sementara untuk wilayah kepulauan, Kecamatan Arjasa juga masuk dalam daftar usulan penerima program.

Kadis Inung lanjut menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya setiap titik program memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp46 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan sarana pendukung pertanian, seperti jaringan irigasi, serta penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan Brigade Pangan.

Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan lahan pertanian yang lebih modern dan terorganisasi.

“Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak penerapan sistem budidaya yang lebih efektif sehingga hasil produksi dan nilai ekonomi petani dapat meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jumlah Brigade Pangan ke depan akan terus ditingkatkan karena dinilai menjadi kunci dalam pengelolaan lahan berbasis keterampilan dan manajemen pertanian yang lebih profesional.

Melalui pengajuan Program Oplah 2026 tersebut, DKPP berharap produksi padi di Kabupaten Sumenep dapat terus mengalami peningkatan. Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal, peningkatan hasil panen juga diharapkan berkontribusi terhadap target swasembada pangan nasional.

“Fokus utama program ini memang pada tanaman pangan, khususnya padi. Dengan optimalisasi lahan yang maksimal, kami optimistis produksi pertanian akan meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” papar Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid.

Bacaan Lainnya

Perluas Pembayaran Nontunai, Bapenda Sumenep Kenalkan QRIS kepada Warga Gayam dan Nonggunong

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Susun Strategi Baru Pengentasan Kemiskinan Berbasis Wilayah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Percepatan Ekonomi, Bidik Sektor Penggerak Utama

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Bappeda Sumenep Kenalkan Arah Pembangunan 2025–2029 Lewat Stan Bernuansa Keraton di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

KSOP Kalianget Aktif Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Pelayaran, Disambut Antusias dan Tuai Apresiasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

Matangkan RDTR, Bupati Sumenep Minta Semua Pihak Satu Persepsi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *