PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260508-WA0009

Pemkab Sumenep Melalui DKPP Kembali Ajukan Program Oplah 2026 untuk Tingkatkan Produksi Padi

Pada
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid 
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid 
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali mengusulkan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk tahun anggaran 2026.

Program tersebut diarahkan guna meningkatkan produktivitas pertanian, terutama komoditas padi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program Oplah merupakan salah satu kebijakan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian di berbagai daerah sentra produksi pangan.

Selain mendukung peningkatan hasil panen, program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pengajuan kembali program tersebut didasarkan pada hasil pelaksanaan Oplah tahun 2025 yang dinilai cukup berhasil.

“Pelaksanaan tahun sebelumnya berjalan baik, termasuk pembentukan Brigade Pangan di sejumlah kecamatan seperti Saronggi, Lenteng, dan Guluk-Guluk. Itu menjadi dasar bagi kami untuk kembali mengusulkan program serupa pada 2026,” terang Kadis Inung familiar disapa.

Untuk pelaksanaan tahun depan, DKPP mengusulkan beberapa wilayah daratan sebagai lokasi program, yakni Kecamatan Gapura, Ganding, dan Batuan. Sementara untuk wilayah kepulauan, Kecamatan Arjasa juga masuk dalam daftar usulan penerima program.

Kadis Inung lanjut menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya setiap titik program memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp46 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan sarana pendukung pertanian, seperti jaringan irigasi, serta penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan Brigade Pangan.

Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan lahan pertanian yang lebih modern dan terorganisasi.

“Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak penerapan sistem budidaya yang lebih efektif sehingga hasil produksi dan nilai ekonomi petani dapat meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jumlah Brigade Pangan ke depan akan terus ditingkatkan karena dinilai menjadi kunci dalam pengelolaan lahan berbasis keterampilan dan manajemen pertanian yang lebih profesional.

Melalui pengajuan Program Oplah 2026 tersebut, DKPP berharap produksi padi di Kabupaten Sumenep dapat terus mengalami peningkatan. Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal, peningkatan hasil panen juga diharapkan berkontribusi terhadap target swasembada pangan nasional.

“Fokus utama program ini memang pada tanaman pangan, khususnya padi. Dengan optimalisasi lahan yang maksimal, kami optimistis produksi pertanian akan meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” papar Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid.

IMG-20260516-WA0023

Bacaan Lainnya

Proses Tender Katering RSUD Pemalang Milyaran Rupiah Dinilai Janggal, Diduga Ada Persekongkolan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Proyek pengadaan jasa katering...

Bupati Sumenep Tegaskan Peran Strategis TACB dalam Pelestarian Budaya

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan...

291 CPNS Dilantik Menjadi PNS, Bupati Anom Tekankan Sumpah Integritas

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro...

Bupati Sumenep Perkuat Dukungan Sensus Ekonomi 2026 untuk Pemetaan Potensi Daerah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep mulai meningkatkan...

Bupati Sumenep Minta OPD Genjot PAD

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten...

Meski Dapat Fasilitas dan Tunjungan Besar Sebagai Wakil Rakyat, Anggota DPR RI Dapil Madura Raya Willy Aditya Dinilai Hanya Aktif di Sosmed

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Anggota DPR RI Komisi...

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *