PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260619-WA0002

Program Layanan UHC Bupati Fauzi di RSUD Sumenep Benar-benar Dirasakan Manfaatnya, Pasien Dhuafa Melahirkan Gratis

Pada
NYAMAN. Potret RSUD Sumenep, satu-satunya rumah sakit pelat merah kebanggaan masyarakat di ujung timur pulau Garam Madura. (foto/ist JI)
NYAMAN. Potret RSUD Sumenep, satu-satunya rumah sakit pelat merah kebanggaan masyarakat di ujung timur pulau Garam Madura. (foto/ist JI)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kelahiran buah hati menjadi momen yang membahagiakan bagi setiap keluarga. Namun, bagi Hulwatun Faridah (41) dan suaminya, Ahmad Junaidi (38), kebahagiaan tersebut hadir di tengah keterbatasan ekonomi.

Hulwatun, perempuan asal Purbalingga yang kini tinggal di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, bersama suaminya yang merupakan warga setempat, harus menjalani proses persalinan dengan kondisi keuangan yang sangat terbatas.

IMG-20260617-WA0002

Saat menuju rumah sakit, pasangan tersebut hanya membawa uang sekitar Rp100 ribu. Uang itu pun sebenarnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan untuk membayar biaya persalinan.

Kekhawatiran sempat menyelimuti keduanya. Namun, kondisi tersebut berubah menjadi rasa syukur setelah Hulwatun memperoleh pelayanan kesehatan melalui Program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Sumenep.

Bayi laki-laki yang selama ini dinantikan akhirnya lahir dengan selamat pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, Hulwatun dan bayinya masih menjalani perawatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Keduanya masih menunggu keputusan dokter terkait waktu yang diperbolehkan untuk kembali ke rumah.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kami hanya membawa uang Rp100 ribu untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau biaya persalinan harus kami tanggung sendiri, tentu akan sangat berat,” kata Hulwatun.

Dengan penuh haru, Hulwatun juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyanti, M.Kes., serta seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan terbaik.

Menurutnya, keberadaan program UHC memberikan manfaat besar, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Fauzi, Ibu Direktur RSUD, dan seluruh jajarannya. Program UHC sangat membantu kami dan masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Pelayanan yang Membuat Pasien Merasa Dihargai

Bagi Hulwatun, manfaat UHC tidak sebatas persoalan pembiayaan pelayanan kesehatan.

Selama menjalani persalinan dan perawatan di rumah sakit, ia mengaku mendapatkan perlakuan yang baik dari para tenaga kesehatan. Keramahan petugas membuatnya merasa lebih nyaman dan tenang.

“Pelayanannya ramah. Kami dilayani dengan baik dan manusiawi. Kami merasa dihargai. Itu yang membuat saya terharu,” tuturnya.

Ia berharap kualitas pelayanan tersebut dapat terus dipertahankan. Menurutnya, masyarakat kurang mampu tidak hanya membutuhkan akses kesehatan yang terjangkau, tetapi juga pelayanan yang membuat mereka merasa dihormati.

“Semoga pelayanan seperti ini terus dipertahankan. Kami masyarakat kecil sangat terbantu,” harapnya.

UHC Menjadi Penopang Masyarakat Kurang Mampu

Program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Sumenep mulai diberlakukan sejak 7 November 2022. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Bagi Hulwatun, UHC bukan sekadar program pemerintah yang hanya diketahui melalui informasi atau pemberitaan. Ia merasakan langsung manfaat program tersebut ketika harus menjalani persalinan dalam kondisi finansial yang terbatas.

Uang Rp100 ribu yang dibawa saat menuju rumah sakit menjadi gambaran kondisi ekonomi yang tengah dihadapi keluarganya. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menghalangi dirinya untuk memperoleh pelayanan persalinan.

“Program UHC sangat membantu masyarakat, terutama orang yang tidak mampu seperti kami. Semoga terus berjalan dan semakin baik,” katanya.

Kisah Hulwatun dan Ahmad menjadi gambaran bahwa keberadaan jaminan kesehatan dapat memberikan rasa aman bagi keluarga kurang mampu ketika menghadapi kebutuhan medis.

Di saat mereka hanya memiliki uang Rp100 ribu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan tersebut tetap dapat memperoleh pelayanan persalinan hingga menyambut kelahiran bayi laki-laki dengan selamat.

Kini, Hulwatun dan Ahmad tinggal menunggu izin dokter untuk membawa buah hati mereka pulang ke Desa Panaongan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga kecil itu mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga: kelahiran seorang putra dan rasa syukur karena memperoleh pertolongan ketika berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Proyek RSUD Randudongkal Senilai Rp45,5 Miliar Dipending, Kadinkes Sebut Atas Perintah Plt Bupati

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Proyek pembangunan RSUD Randudongkal,...

Bawa Nama Sumenep, Tim Futsal RSUD Moh. Anwar Raih Juara 3 di Surabaya

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Tim futsal RSUD dr....

Layanan Poli Jiwa RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Makin Lengkap, Pengembangan ECT dan Rehabilitasi Narkoba Disiapkan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) — Rumah Sakit Umum Daerah...

Direktur RSUD Sumenep Ajak Insan Kesehatan Wujudkan Semangat Kemerdekaan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Ulang Tahun...

DWP RSUD Sumenep Harumkan Nama Rumah Sakit Lewat Lomba Lagu Nusantara

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dharma Wanita Persatuan (DWP)...

Gebyar 3M Jadi Langkah RSUD Sumenep Raih Akreditasi Paripurna

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *