SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep yang merupakan satu-satunya rumah sakit pelat merah di ujung timur pulau Garam Madura dibawah kepemimpinan Direktur dr. Erliyati, M.Kes, terus berbenah, Senin (5/2/2024).
Kini, rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini tengah mempersiapkan untuk transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Upaya ini wujud nyata dengan memasuki era e-rekam medik nasional yang diimplementasikan melalui platform Satu Sehat untuk digitalisasi.
”Saat ini kami tengah bersiap merampungkan semua itu, kami akan bertransformasi menuju digitalisasi,” terang Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengatakan, transformasi itu bertujuan untuk mempermudah pasien dalam mengakses pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
“Satu Sehat merupakan sebuah platform penghubung sistem yang mengintegrasikan data kesehatan individu antar fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) melalui rekam medis elektronik (RME). Hal ini bertujuan untuk mendukung interoperabilitas data kesehatan melalui standardisasi dan digitalisasi,” jelas dr. Erliyati.
Dokter Erli familiar disapa menjelaskan, platform Satu Sehat merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengintegrasikan data rekam medis pasien di berbagai fasyankes ke dalam satu platform yang dinamai Indonesia Health Services (IHS).
“Melalui sistem ini, rekam medis seluruh pasien terintegrasi dalam satu aplikasi, memudahkan pemeriksaan kesehatan di berbagai lokasi,” tutur Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Dokter Erli menuturkan, melalui platform Satu Sehat nantinya, data-data kesehatan sudah terekam. Jadi misalnya warga Sumenep mau periksa di Surabaya atau di Jakarta, di sana tinggal ngecek NIK pasien, riwayat penyakit akan terlihat.
“Saat ini, proses pengembangan platform Satu Sehat sedang berlangsung dan diupayakan pada bulan Maret 2024, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep akan terhubung secara langsung dengan Kementerian Kesehatan RI,” kata RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Upaya yang dilakukan oleh rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dipimpinnya kini, agar dapat memberikan pelayanan maksimal pada kebutuhan pasien untuk tidak bolak-balik periksa.
“Karena riwayat medis mereka akan tercatat secara otomatis di paltform Satu Sehat itu,” terang dokter Erli.
Lebih lanjut Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menerangkan, platform Satu Sehat menjadi implementasi pilar keenam dari transformasi sistem kesehatan, yaitu transformasi teknologi kesehatan yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI.
“Dengan adopsi model infrastruktur Platform-as-a-service (PAAS), Kementerian Kesehatan berharap dapat menciptakan satu data kesehatan nasional yang dapat diandalkan,” lanjut dokter Erli.
Menurutnya, melalui platform ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga berupaya mendukung implementasi lima pilar transformasi sistem kesehatan lainnya, seperti transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, dan transformasi SDM kesehatan.
“Sehingga semua fasyankes dan tenaga kesehatan diharapkan mengikuti standar yang telah ditetapkan untuk menciptakan sistem kesehatan yang terintegrasi dan efisien,” papar Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyati, M.Kes.