PASANG IKLANMU DISINI

Tampilkan Inovasi dan Layanan Kesehatan, Dinkes P2KB Sumenep Raih Juara II Stan Terbaik MCF 2026

Pada
FOTO BERSAMA. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat mengunjungi stan Dinkes P2KB Sumenep di Madura Culture Festival 2026
FOTO BERSAMA. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat mengunjungi stan Dinkes P2KB Sumenep di Madura Culture Festival 2026
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kreativitas dan inovasi yang ditampilkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep dalam Madura Culture Festival (MCF) Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza 2026 membuahkan hasil.

Stan Dinkes P2KB Sumenep berhasil meraih peringkat kedua stan terbaik. Penghargaan tersebut diumumkan di atas panggung usai pelaksanaan kegiatan Madura Bersholawat, Kamis (3/9/2026) malam.

IMG-20260617-WA0002

Dalam penilaian tersebut, posisi pertama diraih Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep. Dinkes P2KB berada di urutan kedua, disusul Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di posisi ketiga.

Selanjutnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep menempati peringkat keempat, Dinas Perikanan di urutan kelima, serta RSUD H. Moh. Anwar Sumenep pada posisi keenam.

Enam perangkat daerah tersebut ditetapkan sebagai stand terbaik dalam rangkaian Pameran Pembangunan MNV 2026 yang berlangsung di kawasan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Capaian Dinkes P2KB menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dalam menyampaikan berbagai program, inovasi, serta layanan kesehatan kepada masyarakat melalui konsep stan pameran.

Sebelumnya, stan Dinkes P2KB juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat melakukan kunjungan pada Kamis (27/8/2026).

Kedatangan Bupati disambut puluhan Srikandi Dinkes P2KB. Penyambutan berlangsung meriah dan penuh keakraban, salah satunya melalui lantunan lagu yang dibawakan para Srikandi.

Dalam kunjungannya, Bupati melihat berbagai materi yang disajikan. Mulai dari inovasi pelayanan berbasis digital, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga sejumlah program yang ditujukan untuk memperkuat kesehatan masyarakat.

Menghadirkan Beragam Inovasi

Stan Dinkes P2KB tidak hanya menyajikan informasi umum, tetapi juga memperkenalkan sejumlah inovasi pelayanan kesehatan kepada pengunjung.

Salah satunya EATORE (Electronic Mortality Report), sebuah sistem yang dikembangkan untuk mendukung pelaporan peristiwa kematian secara digital.

Sistem tersebut membantu proses pencatatan data kematian pasien, baik peserta BPJS maupun pasien mandiri, agar dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan akurat.

Inovasi lainnya adalah SIAP LAHIR, yang dirancang untuk membantu proses pengurusan dokumen kependudukan bayi baru lahir secara terintegrasi.

Dinkes P2KB juga memperkenalkan layanan Telemedicine, yang memungkinkan masyarakat memperoleh konsultasi kesehatan melalui platform digital. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Untuk masyarakat di wilayah kepulauan, terdapat pula inovasi SEMPOL SEHAT di Puskesmas Sapeken atau Puskesmas Hadir e Kompolan untuk Masyarakat Sehat.

Melalui program ini, tenaga kesehatan hadir di tengah kegiatan masyarakat, seperti pengajian dan berbagai perkumpulan warga, sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih dekat dengan masyarakat.

Fokus pada Kesehatan dan Pencegahan Stunting

Selain memamerkan inovasi, Dinkes P2KB turut menyampaikan berbagai program pelayanan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satunya adalah Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) melalui Puskesmas. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sekaligus mendorong deteksi dini berbagai risiko penyakit.

Di bidang pemenuhan gizi, Dinkes P2KB ikut memperkuat pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemadanan data 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pengawasan mutu juga diperkuat melalui quality control di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, penguatan imunisasi dilakukan melalui Forum Peduli Imunisasi (Forpensi) sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak.

Dalam upaya mencegah stunting, Dinkes P2KB mengedepankan sejumlah pendekatan, di antaranya melalui SAMPER ALENTENG dan Gerakan ABCDE. Program tersebut mencakup pendampingan terhadap balita sekaligus edukasi bagi calon pengantin.

Media Edukasi bagi Masyarakat

Keberadaan stan Dinkes P2KB dalam MNV 2026 tidak sekadar menjadi tempat memajang berbagai program pemerintah daerah.

Stan tersebut juga dimanfaatkan sebagai media edukasi dan komunikasi publik agar masyarakat dapat mengetahui lebih dekat berbagai layanan serta inovasi kesehatan yang tersedia di Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja sama sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan Pameran Pembangunan MNV 2026.

Menurut Ellya, keberhasilan meraih peringkat kedua merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Dinkes P2KB.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Dinkes P2KB yang sudah bekerja bersama dengan penuh kekompakan dan tanggung jawab,” ujar Ellya.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi target utama keikutsertaan Dinkes P2KB dalam pameran.

“Kami tidak mengejar juara. Yang paling utama adalah bagaimana kehadiran kami di MNV ini bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang pelayanan, program, dan inovasi kesehatan yang ada di Sumenep,” katanya.

Meski demikian, penghargaan yang diraih tetap disambut dengan rasa syukur. Menurut Ellya, capaian tersebut dapat menjadi tambahan semangat bagi jajarannya untuk terus melakukan pembenahan.

“Kalau kemudian mendapatkan peringkat kedua, tentu kami bersyukur. Mudah-mudahan capaian ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus berinovasi, meningkatkan kekompakan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dorong Pelayanan Semakin Dekat

Ellya menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalan seiring dengan inovasi, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan masyarakat.

Karena itu, program yang diperkenalkan dalam pameran tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif, deteksi dini penyakit, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pencegahan stunting.

“Harapan kami, apa yang kami tampilkan bukan hanya menjadi sebuah stan, tetapi menjadi bagian dari upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap penghargaan yang diperoleh dapat semakin memperkuat semangat jajaran Dinkes P2KB dalam menjaga kekompakan dan menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan, memperkuat inovasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumenep,” pungkasnya.

Bacaan Lainnya

Empat Kepala OPD Baru Dilantik, Bupati Sumenep Tekankan Responsif terhadap Perubahan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi...

Dihadiri Bupati Fauzi, Madura Bersholawat di Sumenep Satukan ASN dan Masyarakat dalam Suasana Khidmat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ribuan aparatur sipil negara...

Angkat Identitas Keraton dan Pendopo, Bappeda Sumenep Kembali Raih Stan Terbaik MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Bupati Fauzi Buka Ruang Lebih Luas bagi Perempuan Sumenep di Bidang Olahraga

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peran perempuan dalam bidang...

Cegah Hipertensi dan Diabetes Sejak Dini, Puskesmas Masalembu Hadir di Tengah Masyarakat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya mencegah penyakit tidak...

Melalui Sumenep Bersholawat, Bupati Fauzi Bersama Ulama dan Pengusaha di Madura Bersinergi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana religius menyelimuti Lapangan...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *