SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat ini semakin dengan masyarakat dalam Bismillah Melayani. Rabu (19/3/2025).
Disdukcapil Kabupaten Sumenep memanfaatkan media digital yang digemari dalam melakukan sosialisasi. Yakni dengan siaran langsung di TikTok.
Upaya yang dilakukan Disdukcapil Sumenep ini mendapatkan apresiasi dan sambutan positif karena memberikan informasi kependudukan secara cepat, langsung, dan interaktif.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumenep Wahasah mengatakan, sebelum memanfaatkan Live TikTok, Disdukcapil Sumenep dalam memberikan sosialiasi kepada masyarakat dengan menggunakan podcast.
Tapi penggunaan podcast sebagai media sosialisasi, kurang diminati masyarakat. Setelah mengevaluasi, mereka mencoba TikTok Live, dan hasilnya luar biasa.
“Ternyata TikTok lebih efektif, bisa menjangkau ribuan orang secara langsung, bahkan kami juga sering diundang ke Kementerian sebagai narasumber,” terangnya.
Disdukcapil Kabupaten Sumenep kini setiap hari menggelar sesi live pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dengan sesi khusus yang diisi langsung oleh kepala dinas setiap hari Jumat.
Melalui siaran di live TikTok Disdukcapil Kabupaten Sumenep masyarakat bisa bertanya langsung tentang dokumen kependudukan seperti KTP, KK, akta kelahiran, hingga perubahan data.
Kebijakan Bupati Sumenep yang melarang ASN melakukan live di TikTok pada jam kerja tidak menjadi hambatan bagi Dukcapil.
“Larangan itu lebih ke konten hiburan pribadi. Kalau kami, ini bagian dari tugas untuk memberikan edukasi dan sosialisasi layanan kependudukan. Justru lebih hemat biaya dibanding sosialisasi langsung ke lapangan,” jelasnya.
Efektivitas TikTok Live sebagai media pelayanan publik juga mendapat banyak apresiasi, termasuk dari anggota dewan dan pejabat daerah lainnya.
“Banyak yang menelpon saya, bilang ini bagus, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ungkapnya.
Selain melalui TikTok, Dukcapil Sumenep juga berpesan kepada masyarakat agar proaktif dalam mengurus dokumen kependudukan. Dengan pendekatan digital tersebut, Dukcapil Sumenep berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor.
“Jangan menunggu butuh baru mengurus, karena kalau mendadak, sering kali akhirnya jatuh ke tangan calo. Padahal, semua layanan di Dukcapil itu gratis,” ajaknya.


