PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Proyek RSUD Randudongkal Pemalang senilai 25,2 Milyar tetap akan dilanjutkan. Tidak ada istilah pembatalan. Semua berjalan sesuai prosedur.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Pemalang dr.Yulis Nurraya ketika ditemui di kantornya, Selasa (10/6/2025).
Jawaban Kepala Dinkes tersebut sekaligus menegaskan bahwa proyek lanjutan pembangunan RSUD Randudongkal tersebut akan tetap dilaksanakan dengan kontraktor sebagai pemenang lelang yang sudah diumumkan.
“Kita sudah undang kontraktor pemenang lelang dan menyatakan masih sanggup untuk mengerjakan,” ujar Yulis.
Menurut Yulis, soal waktu pengerjaan proyek juga masih cukup. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan konsultan proyek, tim teknis, inspektorat, kejaksaan dan kepolisian.
Ketika disinggung soal petunjuk bupati yang menyebabkan proyek itu ditunda, Yulis Nurraya enggan berkomentar.
“Tidak ada hubungan dengan politik. Proyek tetap berjalan sesuai prosedur,” tegas Yulis.
Perlu diketahui bahwa proyek RSUD Randudongkal dikerjakan secara multiyears sejak tahun 2018.
Menurut Kabid Pengadaan Sarana Kesehatan, Slamet Budiono, atas petunjuk bupati, pembangunan tahap ini ditunda 3 bulan karena adanya refocusing dan efisiensi anggaran.
Padahal sudah ada pemenang lelang yang diumumkan oleh panitia lelang yaitu LPSE.
Atas ditundanya pelaksanaan proyek selama 3 bulan itu memunculkan berbagai dugaan adanya unsur politik bupati yang ikut bermain. (mam/ely)


