PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Selama 2 Hari, Dinkes P2KB Sumenep Lakukan Pemantapan Program Pencegahan Obesitas dan Diabetes Millitus

Pada
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep melakukan Pemantapan Program Pencegahan Obesitas dan Diabetes Millitus yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (22–23 Juli 2025), di Hotel De Bagraf setempat.

Para peserta terdiri dari kepala sekolah dan guru jenjang SMP/MTS hingga SMA/MA, para Kader Kesehatan Remaja (KKR), serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kantor Kementerian Agama, dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep bersama Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep. Acara menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Tenaga Ahli Bidang Kesehatan Bupati Sumenep.

Kepala Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), Syamsuri, menegaskan bahwa remaja merupakan kelompok yang paling rentan terhadap gaya hidup tidak sehat di era digital dan serba instan saat ini.

Karena itu, pendekatan promotif dan preventif harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Sebab, obesitas dan diabetes mellitus bukan hanya persoalan gaya hidup, tetapi juga potensi krisis kesehatan jangka panjang jika tidak dicegah sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para guru dan kader kesehatan remaja agar bisa menjadi pionir perubahan perilaku sehat di sekolah,” terangnya.

Ia menambahkan, pola konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, serta minimnya kesadaran terhadap risiko penyakit tidak menular adalah bom waktu bagi generasi muda. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua sangat krusial.

“Kami tidak ingin remaja Sumenep menjadi korban gaya hidup modern yang tidak sehat. Pendidikan kesehatan harus dimasukkan dalam sistem pembinaan karakter dan mental anak-anak kita,” imbuhnya.

Melalui forum ini, peserta diajak menggali strategi pencegahan berbasis sekolah, memahami gejala awal obesitas dan diabetes, hingga menyusun rencana aksi di lingkungan masing-masing.

Dinkes P2KB Sumenep berharap kegiatan ini menjadi titik awal gerakan massal sadar hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan pelajar.

“Masa depan daerah ini bergantung pada kualitas kesehatan generasi mudanya. Jika kita gagal menjaga mereka hari ini, kita sedang mempertaruhkan kualitas bangsa esok hari,” pungkasnya.

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Momentum Hari Kartini, Direktur RSUD Sumenep Perkuat Pelayanan untuk Masyarakat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. Moh. Anwar...

RSUD Sumenep Tegaskan Seleksi Transparan, 411 Peserta Lolos Tahap Administrasi, Masa Sanggah 21 hingga 23 April 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tingginya minat masyarakat terlihat...

Dinkes Sumenep Tekankan Optimalisasi Imunisasi dalam Kegiatan Monev

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk...

Pelayanan Poli Terpadu RSUD Sumenep Dinilai Memuaskan: Humanis, Responsif, dan Cepat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kualitas pelayanan di Poli Terpadu...

Direktur RSUD Sumenep dr Erliyati Turun Langsung Pantau Pelayanan Pasien

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Direktur RSUD dr. H....

RSUD Sumenep Kembali Buat Terobosan dengan Hadirkan Layanan Terapi Wicara di Poli Rehabilitasi Medik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

IMG-20260320-WA0006