PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Diikuti Puluhan Nakes, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Pada
Diikuti Puluhan Nakes, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Diikuti Puluhan Nakes, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan drg. Ellya Fardasyah terus berupaya dalam pencegahan penularan penyakit menular dari ibu ke anak di Kota Keris.

Salah satunya dengan mengikutkan sebanyak 30 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan mengikuti Pelatihan Pencegahan Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak (PPIA) Menuju Triple Eliminasi yang digelar pada 11–15 Agustus 2025 di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Malang.

Peserta pelatihan berasal dari RSUD dr. H. Moh. Anwar dan sembilan Puskesmas, yakni Pasongsongan, Ambunten, Gapura, Saronggi, Sapeken, Arjasa, Gayam, Talango, dan Manding.

Mereka terdiri dari dokter, bidan, serta perawat yang sehari-hari menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardasyah melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Syamsuri, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari program strategis daerah untuk mewujudkan target triple elimination yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dan pengobatan kepada penderita, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit,” ujarnya, Rabu (13/08/2025).

Menurutnya, tantangan dalam upaya eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B tidak hanya pada penanganan medis, tetapi juga pada deteksi dini dan edukasi masyarakat.

“Banyak kasus yang baru terdeteksi pada tahap lanjut, sehingga diperlukan kemampuan skrining yang lebih optimal di lini pertama pelayanan,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, keberhasilan program ini tidak bisa dicapai hanya oleh satu unit kerja atau satu bidang saja. Namun diperlukan kolaborasi lintas program di internal Dinas Kesehatan, mulai dari program kesehatan ibu dan anak (KIA), program imunisasi, program pengendalian penyakit menular, hingga program promosi kesehatan.

Sinergi ini juga mencakup kerja sama dengan sektor lain seperti organisasi profesi, akademisi, serta lembaga masyarakat. Kolaborasi lintas program sangat penting agar intervensi yang dilakukan saling menguatkan.

“Misalnya, skrining di layanan KIA dapat langsung terintegrasi dengan rujukan pengobatan, edukasi gizi, hingga konseling menyusui. Dengan begitu, ibu dan anak mendapatkan perlindungan secara komprehensif,” paparnya.

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Momentum Hari Kartini, Direktur RSUD Sumenep Perkuat Pelayanan untuk Masyarakat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. Moh. Anwar...

RSUD Sumenep Tegaskan Seleksi Transparan, 411 Peserta Lolos Tahap Administrasi, Masa Sanggah 21 hingga 23 April 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tingginya minat masyarakat terlihat...

Dinkes Sumenep Tekankan Optimalisasi Imunisasi dalam Kegiatan Monev

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk...

Pelayanan Poli Terpadu RSUD Sumenep Dinilai Memuaskan: Humanis, Responsif, dan Cepat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kualitas pelayanan di Poli Terpadu...

Direktur RSUD Sumenep dr Erliyati Turun Langsung Pantau Pelayanan Pasien

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Direktur RSUD dr. H....

RSUD Sumenep Kembali Buat Terobosan dengan Hadirkan Layanan Terapi Wicara di Poli Rehabilitasi Medik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

IMG-20260320-WA0006