SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ahmad Juhairi, salah satu wakil rakyat asal setempat mengaku sudah sering menyampaikan di ruang ruang rapat pemerintah kabupaten dengan DPRD mengenai persoalan nelayan Masalembu yang hampir setiap tahun membuang hasil tangkapan ikannya lantaran tidak ada adanya pembeli ketika musim ikan berlimpah.
“Kalau saya sendiri sudah sering menyampaikan persoalan itu di ruang ruang rapat pemerintah kabupaten dengan DPRD,” kata Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Kepulauan Masalembu kepada Jurnalis Indonesia, Rabu (27/8/2025).
Baca Juga:
Juhairi mengaku untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dialami masyarakat nelayan di Kepulauan Masalembu sering mendesak agar dibangun fasilitas pengolahan atau pembekuan ikan.
“Untuk dibangun fasilitas pengolahan atau pembekuan ikan di Masalembu itu otomatis butuh listrik, makanya pemerintah kabupaten itu harus secepatnya menyelesaikan persoalan listrik,” desaknya.
Sehingga ketika sudah ada fasilitas pengolahan atau pembekuan ikan di Kepulauan Masalembu kata Juhairi, tidak akan ada lagi ikan yang terbuang sia-sia.
“Apalagi kalau sudah ada listrik yang memadai di Kepulauan Masalembu itu, secara otomatis seperti pabrik pengolahan ikan yang menjadikan ikan lebih bernilai itu sangat memungkinkan di Masalembu. Sehingga kuncinya listrik di Masalembu itu harus segera diselesaikan oleh pemerintah,” jelasnya.
Anggota DPRD Sumenep asal Kepulauan Masalembu dari Fraksi NasDem itu lantas menagih keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan listrik di wilayahnya.
“Dan selama di Masalembu belum ada listrik yang memadai, persoalan yang sering dihadapi oleh nelayan pasti akan selalu terjadi,” ungkapnya. (ily)


