PASANG IKLANMU DISINI

Endemik Kakatua Jambul Kuning Jadi Daya Tarik Festival Budaya Masalembu 2026

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Festival Budaya Masalembu 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan seni dan budaya tradisional, tetapi juga memperkenalkan kekayaan hayati kepulauan melalui pameran burung endemik Kakatua Jambul Kuning yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut.

Burung langka dengan ciri khas jambul berwarna kuning cerah itu menjadi simbol keindahan alam Masalembu yang masih terjaga. Kehadirannya dalam Festival Budaya Masalembu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian satwa endemik yang kini semakin jarang ditemukan.

Kakatua Jambul Kuning dikenal sebagai salah satu satwa dilindungi yang memiliki nilai konservasi tinggi. Di kawasan kepulauan Masalembu, burung tersebut menjadi bagian dari identitas alam yang membanggakan masyarakat setempat.

Melalui pameran foto dan edukasi yang ditampilkan selama festival berlangsung, pengunjung akan diajak mengenal lebih dekat habitat, kehidupan, serta pentingnya menjaga keberadaan burung endemik tersebut dari ancaman perburuan maupun kerusakan lingkungan.

Pengenalan Kakatua Jambul Kuning dalam event budaya menjadi langkah positif untuk menggabungkan promosi wisata, budaya, dan konservasi alam dalam satu kegiatan terpadu. Selain menikmati pertunjukan budaya tradisional, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman wisata edukasi yang memperlihatkan kekayaan alam khas Kepulauan Masalembu.

Festival Budaya Masalembu 2026 sendiri akan berlangsung pada 20 hingga 23 Mei 2026 di Lapangan Kecamatan Masalembu dengan menghadirkan berbagai atraksi budaya, hiburan rakyat, stand UMKM, hingga promosi potensi wisata kepulauan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan Festival Budaya Masalembu bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas masyarakat kepulauan agar semakin dikenal luas.

“Masalembu memiliki kekayaan budaya luar biasa. Daerah ini menjadi titik pertemuan budaya Madura, Mandar, dan Bugis yang hidup harmonis sejak lama. Festival ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Masalembu sebagai destinasi wisata budaya kepulauan unggulan di Jawa Timur.

“Masalembu memiliki karakter budaya yang unik dan berbeda. Akulturasi tiga suku menjadikan tradisi masyarakat di sana sangat kaya dan menarik untuk dipelajari,” jelasnya.

Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Masalembu sebagai ikon wisata budaya bahari Kabupaten Sumenep.

IMG-20260516-WA0023

Bacaan Lainnya

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *