SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Festival Budaya Masalembu 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya dan hiburan rakyat, tetapi juga menggelar lomba fotografi yang menjadi salah satu agenda menarik dalam rangkaian acara tersebut.
Lomba foto ini menjadi wadah bagi masyarakat, pecinta fotografi, hingga wisatawan untuk mengabadikan keindahan budaya, tradisi, alam, dan kehidupan masyarakat Kepulauan Masalembu melalui karya visual yang kreatif dan inspiratif.
Berbagai momen khas Festival Budaya Masalembu dipastikan menjadi objek menarik bagi para peserta, mulai dari pertunjukan budaya tradisional, aktivitas masyarakat pesisir, keindahan pantai, hingga pameran burung endemik Kakatua Jambul Kuning.
Lomba fotografi tersebut tidak hanya bertujuan mencari karya terbaik, tetapi juga menjadi media promosi potensi wisata dan budaya Masalembu kepada masyarakat luas.
Melalui foto-foto yang dihasilkan peserta, keindahan Masalembu dapat dikenal lebih luas, baik budaya, alam maupun kehidupan masyarakat kepulauan.
Keunikan Masalembu yang memiliki perpaduan budaya maritim dan panorama alam eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer. Momen matahari terbenam di pesisir, aktivitas nelayan, hingga atraksi seni tradisional diprediksi menjadi objek favorit peserta lomba.
Selain memacu kreativitas generasi muda, lomba foto ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan Masalembu yang selama ini dikenal memiliki pesona alam yang masih alami.
Festival Budaya Masalembu 2026 sendiri akan berlangsung pada 20–23 Mei 2026 di Lapangan Kecamatan Masalembu dengan menghadirkan berbagai agenda budaya, hiburan, pameran UMKM, hingga promosi wisata daerah kepulauan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan Festival Budaya Masalembu bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas masyarakat kepulauan agar semakin dikenal luas.
“Masalembu memiliki kekayaan budaya luar biasa. Daerah ini menjadi titik pertemuan budaya Madura, Mandar, dan Bugis yang hidup harmonis sejak lama. Festival ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Masalembu sebagai destinasi wisata budaya kepulauan unggulan di Jawa Timur.
“Masalembu memiliki karakter budaya yang unik dan berbeda. Akulturasi tiga suku menjadikan tradisi masyarakat di sana sangat kaya dan menarik untuk dipelajari,” jelasnya.
Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Masalembu sebagai ikon wisata budaya bahari Kabupaten Sumenep.

Tidak ada Respon