PASANG IKLANMU DISINI

Bahasa di Masalembu, Perpaduan Unik Budaya Pesisir di Tengah Laut Jawa, Menarik Dikunjungi

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepulauan Masalembu di Kabupaten Sumenep, Madura, tidak hanya memiliki keindahan alam dan budaya yang khas, tetapi juga menyimpan keunikan dalam penggunaan bahasa sehari-hari masyarakatnya. Letak geografis yang berada di tengah Laut Jawa menjadikan bahasa di Masalembu berkembang dengan pengaruh berbagai budaya nusantara.

Masyarakat Masalembu dikenal menggunakan bahasa yang merupakan perpaduan beberapa unsur, mulai dari Bahasa Madura, Bugis hingga Mandar. Keberagaman itu muncul karena sejak dahulu wilayah Masalembu menjadi jalur persinggahan pelaut dan nelayan dari berbagai daerah.

Dalam kehidupan sehari-hari, warga setempat umumnya menggunakan dialek khas yang mudah dikenali. Meski memiliki kemiripan dengan Bahasa Madura, cara pengucapan dan beberapa kosakata di Masalembu memiliki perbedaan tersendiri yang menjadi identitas masyarakat kepulauan tersebut.

Bahasa di Masalembu juga mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir yang dekat dengan laut. Banyak istilah lokal yang berkaitan dengan pelayaran, cuaca laut, hingga aktivitas nelayan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Selain digunakan dalam komunikasi sehari-hari, bahasa lokal juga sering muncul dalam tradisi lisan masyarakat, seperti cerita rakyat, pantun, hingga lagu-lagu daerah yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Keunikan bahasa di Masalembu menjadi salah satu kekayaan budaya yang menarik perhatian peneliti maupun wisatawan yang datang berkunjung. Tidak sedikit pendatang yang merasa penasaran dengan logat khas masyarakat setempat yang terdengar unik dan berbeda dari daerah lain di Madura.

Di tengah arus modernisasi, masyarakat Masalembu terus berupaya menjaga bahasa dan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Bahkan kini, kalender event Sumenep 2026 juga melirik Festival Budaya Masalembu. Festival Budaya Masalembu sendiri akan berlangsung pada 20–23 Mei 2026 di Lapangan Kecamatan Masalembu dengan menghadirkan berbagai agenda budaya, hiburan, pameran UMKM, hingga promosi wisata daerah kepulauan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan Festival Budaya Masalembu bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas masyarakat kepulauan agar semakin dikenal luas.

“Masalembu memiliki kekayaan budaya luar biasa. Daerah ini menjadi titik pertemuan budaya Madura, Mandar, dan Bugis yang hidup harmonis sejak lama. Festival ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Masalembu sebagai destinasi wisata budaya kepulauan unggulan di Jawa Timur.

“Masalembu memiliki karakter budaya yang unik dan berbeda. Akulturasi tiga suku menjadikan tradisi masyarakat di sana sangat kaya dan menarik untuk dipelajari,” jelasnya.

Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Masalembu sebagai ikon wisata budaya bahari Kabupaten Sumenep.

IMG-20260516-WA0023

Bacaan Lainnya

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *