PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Rawatan Samudra Gelar Petik Laut Masalembu, Wujud Syukur dan Komitmen Jaga Kelestarian Laut

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tradisi Petik Laut atau Rokat Tase’ kembali digelar masyarakat pesisir Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang diprakarsai Rawatan Samudra tersebut berlangsung khidmat, meriah, aman, dan tertib sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki serta keselamatan yang senantiasa diberikan kepada para nelayan.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat kebersamaan warga, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai sumber penghidupan masyarakat.

IMG-20260926-WA0006

Rangkaian acara diawali dengan pawai darat yang diikuti berbagai elemen masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari iring-iringan yang berlangsung meriah sebagai simbol rasa syukur atas hasil laut yang selama ini menjadi penopang ekonomi warga Masalembu.

Memasuki malam hari, kemeriahan berlanjut melalui pentas seni budaya yang menampilkan beragam kesenian khas daerah. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi upaya melestarikan budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Puncak acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius. Selanjutnya, Pengurus Rawatan Samudra, Jailani, menyampaikan sambutan sebelum acara dilanjutkan dengan istigasah, ceramah agama, dan doa bersama.

Dalam doa tersebut, masyarakat memohon keberkahan, keselamatan bagi para nelayan yang setiap hari mencari nafkah di lautan, serta berharap hasil tangkapan yang melimpah dan dijauhkan dari segala musibah.

Suasana semakin semarak ketika ratusan perahu nelayan berlayar bersama mengelilingi perairan Masalembu dalam pawai laut. Tidak hanya para nelayan, setiap perahu juga dipenuhi anggota keluarga, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga para pemuda yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut.

Pemandangan ratusan perahu yang bergerak serentak di tengah lautan menjadi simbol kuatnya persatuan masyarakat pesisir dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Dalam sambutannya, Jailani menegaskan bahwa Petik Laut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tradisi yang mengandung nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang harus terus dijaga.

“Petik Laut merupakan identitas masyarakat nelayan Masalembu. Tradisi ini mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus mencintai laut sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem laut. Menurutnya, kekayaan laut yang dinikmati saat ini merupakan amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Laut Masalembu harus tetap terjaga agar anak cucu kita kelak masih dapat menikmati kekayaan alam yang sama. Jangan sampai mereka hanya mendengar cerita bahwa Masalembu pernah memiliki laut yang kaya. Mari kita rawat, kita jaga, dan kita wariskan dalam kondisi yang tetap memberikan kehidupan,” katanya.

Jailani turut mengajak masyarakat agar tidak mudah menyerah dalam menjaga budaya dan lingkungan.

“Jangan berhenti karena lelah, dan jangan menyerah karena tujuan belum sepenuhnya tercapai. Selama kita tetap bersatu, peduli, dan terus berjuang, insya Allah selalu ada harapan dan jalan terbaik,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta mempertahankan tradisi sebagai bagian dari identitas masyarakat nelayan Masalembu.

Pada kesempatan tersebut, panitia Rawatan Samudra menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, sesepuh nelayan, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, pemerintah, pemilik perahu, relawan, dan semua pihak yang telah mendukung suksesnya seluruh rangkaian kegiatan.

Berkat kerja sama seluruh elemen, setiap agenda mulai dari pawai darat, pentas seni budaya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, istigasah, ceramah agama, doa bersama, hingga pawai laut dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar.

Tradisi Petik Laut tahun ini kembali membuktikan bahwa budaya tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga perekat persatuan masyarakat sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian laut.

Semangat gotong royong yang tergambar dari kebersamaan ratusan perahu di lautan menjadi bukti bahwa masyarakat Masalembu masih memegang teguh nilai religius, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui tradisi Petik Laut, masyarakat tidak sekadar merayakan hasil laut yang melimpah, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian Laut Masalembu sebagai sumber kehidupan, kebanggaan daerah, dan warisan berharga bagi generasi mendatang.

Bacaan Lainnya

Orang Pulau Butuh Perahu Ambulans, Dinkes P2KB Sumenep Malah Hamburkan APBD Beli Videotron Hampir Rp1 Milyar

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Di tengah kebutuhan perahu...

Anggaran Jasa Pencatatan dan Pengumpulan Data Keluarga di Dinkes P2KB Sumenep Tembus Rp200 Juta, Kadinkes Ellya Enggan Buka Suara

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Uang Anggaran Pendapatan dan...

Hari Sumpah Pemuda 2026: Momentum Perkuat Persaudaraan dan Gotong Royong

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Dalam rangka memperingati Hari...

Aktivitas PT WAP di Usiran Berau Dipertanyakan, KSOP Sebut Hanya Kantongi Izin Pemanfaatan Garis Pantai

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Aktivitas PT Woro Adhi...

Dugaan Gudang dan Penjualan Miras di Sambaliung, Aparat Harus Turun Tangan

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Dugaan aktivitas penyimpanan dan...

Kemacetan Terjadi di Jalan Bujangga Tanjung Redeb, Polisi Turun Atur Lalu Lintas

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Penumpukan kendaraan menyebabkan kemacetan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *