SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim memberikan apresiasi terhadap kreativitas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam menyajikan informasi pembangunan pada Pameran Pembangunan dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026.
Apresiasi itu disampaikan KH. Imam Hasyim saat mengunjungi Stan Bappeda di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep. Dalam kunjungannya, orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut melihat langsung berbagai materi, inovasi, fasilitas, serta kegiatan interaktif yang disiapkan untuk pengunjung.
Stan Bappeda tahun ini mengusung konsep yang memadukan identitas budaya Sumenep dengan informasi pemerintahan dan pembangunan. Ornamen Keraton dan Pendopo Sumenep menjadi bagian dari desain utama stan.
Tidak hanya menampilkan unsur budaya, stan tersebut juga menyuguhkan berbagai informasi mengenai program unggulan, capaian pembangunan, indikator pembangunan, inovasi daerah, pelayanan, serta arah perencanaan pembangunan Kabupaten Sumenep untuk lima tahun mendatang.
Konsep penyajian informasi tersebut dibuat lebih interaktif melalui kuis dan berbagai kegiatan yang melibatkan pengunjung. Sejumlah hadiah juga disediakan untuk menambah daya tarik masyarakat.
Dengan konsep itu, pengunjung tidak hanya melihat tampilan stan, tetapi juga dapat memperoleh informasi pembangunan sekaligus berinteraksi melalui berbagai kegiatan yang telah disiapkan.
Padukan Budaya dengan Informasi Pembangunan
Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan, penggunaan konsep Keraton dan Pendopo Sumenep bukan sekadar untuk memperindah tampilan stan.
Menurutnya, kedua simbol tersebut memiliki nilai yang berkaitan erat dengan karakter masyarakat dan proses pembangunan daerah.
Pendopo dimaknai sebagai ruang untuk berkumpul, bermusyawarah, menyampaikan aspirasi, serta membangun kesepakatan. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, partisipasi, dan keterlibatan berbagai pihak.
Sementara itu, Keraton Sumenep menjadi representasi sejarah, identitas, dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari karakter daerah.
“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah, dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” terang Arif Firmanto.
Ia menambahkan, unsur Keraton juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Sumenep harus tetap berpijak pada sejarah, budaya, serta karakter daerah.
Wabup Tinjau Materi yang Dipamerkan
Saat berada di Stan Bappeda, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim melihat sejumlah materi yang berkaitan dengan perencanaan dan pembangunan daerah.
Materi tersebut antara lain arah kebijakan pembangunan, program unggulan, capaian pembangunan, indikator pembangunan, tahapan perencanaan, hingga inovasi daerah.
Informasi dikemas dalam bentuk infografis agar lebih ringkas dan mudah dipahami masyarakat.
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029.
Program tersebut meliputi peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji, dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di puskesmas serta pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar.
Sementara di sektor ekonomi, pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan, serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa menjadi bagian dari agenda pembangunan.
Untuk infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Program lainnya mencakup penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, peningkatan penanganan persoalan sosial melalui semangat gotong royong, serta peningkatan infrastruktur dan moda transportasi menuju wilayah kepulauan.
Tampilkan Capaian dan Rencana Lima Tahun
Bappeda juga menyajikan sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Sumenep.
Beberapa indikator pembangunan yang diperkenalkan kepada masyarakat di antaranya tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Indeks Gini.
Tidak berhenti pada capaian, masyarakat juga dapat melihat gambaran arah perencanaan pembangunan Sumenep dalam lima tahun ke depan.
Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai kebijakan dan prioritas yang akan menjadi dasar pembangunan daerah.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui tidak hanya hasil pembangunan yang telah dicapai, tetapi juga berbagai agenda yang tengah disiapkan pemerintah daerah.
Masyarakat Diperkenalkan dengan Proses Penyusunan RKPD
Hal lain yang ditampilkan Bappeda adalah tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Melalui materi visual, pengunjung dapat mengetahui proses penyusunan RKPD mulai dari persiapan rancangan awal, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir, hingga penetapan RKPD.
Kepala Bappeda Arif Firmanto mengatakan, penyajian tahapan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa setiap program pembangunan melewati proses yang cukup panjang.
“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi, dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar masyarakat mengetahui bahwa kebijakan pembangunan tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pengumpulan data, pembahasan, koordinasi, perencanaan, hingga penetapan.
Inovasi Daerah Ikut Diperkenalkan
Sejumlah inovasi daerah juga menjadi bagian dari materi yang dipamerkan Bappeda.
Di antaranya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP, hingga Peti Koin Bermantara.
Berbagai inovasi tersebut menjadi gambaran upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, perencanaan, serta pelayanan publik dengan memanfaatkan pendekatan yang lebih inovatif.
Penyajian tersebut sekaligus menjadikan Stan Bappeda sebagai media komunikasi pembangunan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Kuis dan Hadiah Tarik Perhatian Pengunjung
Suasana Stan Bappeda semakin semarak dengan adanya kuis yang melibatkan pengunjung.
Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan materi dan informasi pembangunan yang ditampilkan di dalam stan. Pengunjung yang mengikuti kegiatan tersebut juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah.
Konsep interaktif itu menjadi cara Bappeda menyampaikan informasi pembangunan dengan suasana yang lebih santai dan mudah diterima masyarakat.
Selain kuis, pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas video booth secara gratis untuk mengabadikan momen selama berada di stan.
Bappeda turut menggelar lomba foto yang terbuka untuk masyarakat umum.
Peserta dapat mengabadikan aktivitas, suasana, ornamen, maupun berbagai sisi menarik Stan Bappeda menggunakan telepon pintar.
Lomba foto berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026.
Peserta diwajibkan mengunggah karya melalui akun Instagram pribadi yang tidak dikunci, kemudian menandai akun @bappedasumenep.official dan menggunakan tanda pagar yang telah ditentukan panitia.
Sebanyak lima pemenang akan dipilih berdasarkan karya terbaik. Para pemenang akan memperoleh bingkisan dan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara langsung di Stan Bappeda.
Kekompakan Jajaran di Balik Pameran
Kemegahan dan ramainya aktivitas di Stan Bappeda tidak terlepas dari kerja seluruh jajaran.
Persiapan stan, penataan materi, penyusunan informasi, pelayanan pengunjung, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan dilakukan secara bersama-sama.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh staf yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pameran.
“Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat pengabdian. Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan Stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran.
“Berkat kerja keras, kerja cerdas, kekompakan, kebersamaan, dan semangat pengabdian, stan ini dapat terbangun, terselesaikan, dan dimeriahkan dengan berbagai acara setiap harinya,” ungkapnya.
Menurut Arif Firmanto, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses serta kekompakan seluruh pihak yang terlibat.
Ruang Pertemuan Budaya dan Informasi
Kunjungan Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menjadi salah satu momentum dalam rangkaian Pameran Pembangunan MCF 2026.
Konsep yang dihadirkan Bappeda menunjukkan bahwa informasi pembangunan dapat disampaikan melalui pendekatan yang lebih kreatif, interaktif, dan dekat dengan masyarakat.
Melalui ornamen Keraton dan Pendopo, pengunjung diajak mengenal identitas serta sejarah Sumenep. Pada saat yang sama, berbagai materi memberikan informasi mengenai program pemerintah, capaian pembangunan, indikator daerah, inovasi, pelayanan, serta arah pembangunan lima tahun mendatang.
Kuis, video booth, lomba foto, dan hadiah turut membuat suasana stan lebih hidup dan menarik perhatian pengunjung.
Dengan konsep tersebut, Stan Bappeda tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer program pemerintah, tetapi juga menjadi media edukasi dan komunikasi publik yang mempertemukan unsur budaya, informasi pembangunan, inovasi, serta kreativitas masyarakat dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026.

Tidak ada Respon