PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

DPMD Sumenep Bawa Inovasi Tata Kelola Desa ke Panggung MCF 2026

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Madura Culture Festival (MCF) 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di kawasan GOR A. Yani Sumenep tersebut juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkenalkan berbagai program dan inovasi pembangunan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah stan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep. Melalui stan tersebut, masyarakat diajak mengenal lebih dekat perkembangan pemerintahan desa sekaligus sejumlah inovasi yang tengah dikembangkan.

IMG-20260926-WA0006

Mengusung tema “Beragam Inovasi untuk Desa Maju, Sumenep Hebat”, DPMD menampilkan berbagai informasi mengenai penguatan desa. Beberapa di antaranya adalah rencana penerapan E-Voting Pilkades Serentak 2027, perkembangan Indeks Desa, serta Si Malhum (Sistem Percepatan Pelayanan Badan Hukum BUMDesa).

Berbagai materi tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui arah pengembangan tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Sumenep.

Dorong Desa Adaptif terhadap Inovasi

Kepala DPMD Kabupaten Sumenep Achmad Dzulkarnain menempatkan inovasi sebagai salah satu bagian penting dalam mendorong kemajuan desa.

Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Aspek pelayanan publik, kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan potensi ekonomi desa juga perlu diperkuat secara berkelanjutan.

Hal tersebut tercermin dari inovasi yang ditampilkan DPMD dalam pameran pembangunan MNV 2026. Salah satunya adalah E-Voting Pilkades Serentak 2027 yang diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari pengembangan tata kelola pemerintahan desa.

Selain inovasi digital, DPMD turut menampilkan informasi mengenai perkembangan Indeks Desa. Berdasarkan data yang dipajang dalam materi pameran, terdapat 146 desa berstatus mandiri, 145 desa maju, dan 39 desa berkembang di Kabupaten Sumenep.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi perkembangan desa berdasarkan sejumlah indikator yang digunakan dalam penilaian Indeks Desa.

Inovasi lain yang diperkenalkan adalah Si Malhum. Sistem tersebut dirancang untuk mempercepat proses pelayanan terkait badan hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Dengan adanya sistem tersebut, penguatan kelembagaan BUMDesa diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga potensi ekonomi yang dimiliki desa dapat dikelola melalui kelembagaan yang lebih tertata.

Stan DPMD Jadi Ruang Edukasi Masyarakat

Kehadiran DPMD dalam MCF 2026 tidak sekadar untuk memajang program. Stan tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Pengunjung dapat melihat langsung berbagai informasi mengenai perkembangan desa, inovasi pelayanan, hingga kebijakan yang berkaitan dengan pemerintahan desa.

DPMD berharap keberadaan stan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai program yang sedang dikembangkan sekaligus membuka ruang interaksi dengan pemerintah.

Dorongan terhadap pemerintah desa untuk terus berinovasi juga menjadi bagian dari upaya mempercepat kemandirian desa. Setiap desa dinilai memiliki potensi berbeda yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.

Karena itu, inovasi tidak hanya dipandang sebagai pemanfaatan teknologi, tetapi juga sebagai upaya menciptakan pelayanan dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

MCF 2026 Perkenalkan Potensi dan Program Daerah

Madura Culture Festival 2026 menjadi salah satu momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan berbagai program pembangunan kepada masyarakat. Selain pemerintahan dan pembangunan, kegiatan tersebut juga memadukan unsur UMKM, seni, budaya, serta aktivitas masyarakat.

Kehadiran stan DPMD melengkapi rangkaian pameran dengan informasi mengenai perkembangan desa di Kabupaten Sumenep.

Masyarakat tidak hanya dapat menikmati kemeriahan acara, tetapi juga memperoleh informasi mengenai arah pembangunan desa dan inovasi yang sedang dipersiapkan.

Melalui pameran tersebut, DPMD Sumenep ingin menunjukkan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Penguatan pelayanan, kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan desa yang lebih mandiri.

Madura Culture Festival 2026 pun menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa wajah pemerintahan desa terus mengalami perubahan, seiring dengan munculnya berbagai inovasi yang diarahkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

KSOP Kalianget Aktif Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Pelayaran, Disambut Antusias dan Tuai Apresiasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

Matangkan RDTR, Bupati Sumenep Minta Semua Pihak Satu Persepsi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Hadiri Pekan Literasi SMAN 1 Sumenep, Bupati Fauzi Dorong Budaya Membaca dan Berkarya

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Dr. H....

Bupati Sumenep Cak Fauzi Peduli Warganya, Turun Langsung Distribusikan Bantuan Air Bersih di Langsar Laok

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kemarau panjang mulai berdampak...

KSOP Kalianget Perkuat Edukasi Kepelabuhanan bagi Nelayan di Tanjung Saronggi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

KSOP Kalianget Edukasi Santri tentang Pentingnya Keselamatan Pelayaran

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *