SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, yang kini dipimpin Camat baru Ahmad Auzai Rahman terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui inovasi Desa Siaga Mengatasi Bencana (Desimba).
Inovasi tersebut dipaparkan Camat Pragaan, Ahmad Auzai Rahman, dalam tahapan uji Anugerah Inovasi Daerah (AID) 2026 yang berlangsung di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026).
Desimba dirancang sebagai sistem koordinasi terpadu untuk mempercepat penanganan kondisi darurat, baik di tingkat desa maupun kecamatan. Program ini menghubungkan sejumlah unsur, mulai dari pemerintah desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), tenaga kesehatan, hingga relawan desa.
Koordinasi antarpihak tersebut didukung sistem komunikasi dan pelaporan digital melalui grup WhatsApp di tingkat kecamatan. Dengan mekanisme ini, informasi mengenai kejadian darurat diharapkan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.
Ahmad Auzai Rahman memaparkan bahwa Desimba dikembangkan untuk mendorong perubahan pola penanganan bencana, dari yang semula cenderung reaktif menjadi lebih tanggap dan terkoordinasi.
Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi serta keterlibatan berbagai unsur menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana. Melalui inovasi tersebut, Kecamatan Pragaan menargetkan penanganan awal kondisi darurat dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 15 menit.
“Inovasi Desimba diperkuat untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap situasi darurat di tingkat desa hingga kecamatan. Kami berharap penanganan kedaruratan dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 15 menit,” papar Eks Camat Kepulauan Masalembu saat memaparkan inovasi tersebut.
Selain mengoptimalkan respons ketika bencana terjadi, Desimba juga menitikberatkan upaya pencegahan dan mitigasi berbasis masyarakat. Kegiatan yang direncanakan meliputi simulasi kebencanaan secara berkala serta pemetaan mandiri terhadap wilayah yang berpotensi mengalami bencana.
Program ini juga diarahkan untuk menyelaraskan data wilayah rawan bencana, ketersediaan logistik, dan keberadaan relawan agar seluruh sumber daya dapat dikoordinasikan secara lebih efektif.
Melalui penerapan Desimba, Kecamatan Pragaan berharap setiap desa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi komunikasi diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan kedaruratan.
“Inovasi Desimba pada intinya bertujuan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana secara mandiri dan terpadu, sehingga masyarakat desa semakin tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana,” jelasnya.

Tidak ada Respon