PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Anggota DPRD Sumenep Nilai Perolehan Dana 1,5 Persen dari PI KEI Minim Perlu Evaluasi

Pada
Anggota DPRD Kabupaten Sumenep Gunaifi Syarif Arrodhy. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Gunaifi Syarif Arrodhy menilai perolehan dana 1,5 persen dari KEI terlalu rendah dan perlu evaluasi.

Sehingga kendati telah ada kepastian perolehan dana (Partisipasing Interest) dari PT Kangean Energi Indonesia (KEI) 1,5 persen tidak membuat bangga anggota legislator wakil rakyat itu.

IMG-20260926-WA0006

Pasalnya, perusahaan dengan wilayah ekploitasi Kepulauan Sapeken itu sudah cukup lama menggeruk gas serta sudah puluhan tahun beroperasi.

Menurutnya, sangat tidak wajar apabila hanya mendapatkan dana PI 1,5 persen, meski ditambah dengan insentif pemerintah 1 persen.

“Di satu sisi sudah ada kepastian perolehan dana PI dari KEI, tentu perlu diapresiasi. Namum, di sisi lain, perolehan PI itu sangatlah minim hanya 2,5 persen, itupun dengan insetif pemerintah yang masih diajukan,” sebut Gunaifi Syarif Arrodh, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep dilansir Jurnalis Indonesia, (1/3).

Gunaifi Syarif Arrodhy berpendapat bahwa, paling tidak perolehan PI mencapai hingga 10 persen hingga minimal memperoleh 5 persen meski zona lautnya masuk ke wilayah Jawa Timur.

Dikatakannya, bahwa dana 1,5 persen tersebut tidak semuanya masuk ke Sumenep Sebab, penerimanya adalah Jawa Timur dalam hal ini Petrogas Jatim Utama (PJU) salah BUMD pemprov. Sehingga, komposisi bagiannya pun tambah kecil.

“Jadi, pembagiannya makin kecil, Sumenep hanya dapat pembagian 49 persen dari perolehan PI itu, dan Pemprov 51 persen. Jadi, akhirnya dapatnya kecil,” ungkapnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta untuk di evaluasi kembali pemberian jatah PI tersebut. “Silahkan dievaluasi, bahkan kalau diperlukan untuk ditambah alokasinya. Supaya maksimal dalam menyokong pembangunan di daerah,” harapnya.

Terpisah, Direktur PD Sumekar Hendri Kurniawan mengaku pihaknya sudah berjuang. Namun hasilnya hanya mendapatkan 1,5 persen dan lewat insentif 1 persen.

“Perjuangan kita sudah maksimal. Maka kami dorong agar segera ada penyaluran biar tidak tertunda lagi,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Perluas Pembayaran Nontunai, Bapenda Sumenep Kenalkan QRIS kepada Warga Gayam dan Nonggunong

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Susun Strategi Baru Pengentasan Kemiskinan Berbasis Wilayah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Percepatan Ekonomi, Bidik Sektor Penggerak Utama

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Bappeda Sumenep Kenalkan Arah Pembangunan 2025–2029 Lewat Stan Bernuansa Keraton di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

KSOP Kalianget Aktif Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Pelayaran, Disambut Antusias dan Tuai Apresiasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

Matangkan RDTR, Bupati Sumenep Minta Semua Pihak Satu Persepsi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *