PASANG IKLANMU DISINI

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026

Pada
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima penghargaan dari Kemendikdasmen di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima penghargaan dari Kemendikdasmen di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam menjaga dan melestarikan Bahasa Madura kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dalam rangkaian puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 yang digelar pada Senin (25/5/2026).

IMG-20260617-WA0002

Penghargaan tersebut diserahkan di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jalan Raya Parung, Ciputat, Bojongsari, Kota Depok.

Berdasarkan surat undangan Nomor 10498/B/MDM/BS.00.02/2026 tertanggal 18 Mei 2026 yang ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, penghargaan diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil menerapkan praktik terbaik dalam pelestarian bahasa daerah melalui pendidikan, regulasi daerah, serta keterlibatan masyarakat.

Dalam surat tersebut dijelaskan, Program Revitalisasi Bahasa Daerah merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlangsungan 105 bahasa dan dialek di 36 provinsi selama tahun 2025.

Program itu menjadi langkah strategis Kemendikdasmen untuk mencegah punahnya bahasa daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan Bahasa Madura.

Menurutnya, bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Madura.

Bupati yang familiar disapa Cak Fauzi itu menegaskan, Pemkab Sumenep terus berupaya memperkuat pelestarian Bahasa Madura melalui berbagai kebijakan, salah satunya dengan menjadikan Bahasa Madura sebagai muatan lokal wajib di sekolah.

Bupati Sumenep Cak Fauzi berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus menggunakan dan mencintai Bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari agar tetap lestari di tengah perkembangan modernisasi.

Adapun penerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari tingkat gubernur, wali kota, hingga bupati yang dinilai aktif menjaga keberlangsungan bahasa daerah di wilayah masing-masing.

Bacaan Lainnya

SMAN 1 Masalembu Juara I Lomba Antikorupsi, Siap Wakili Sumenep ke Tingkat Jawa Timur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

Bappenas Petakan Potensi Sumenep, Fokus Infrastruktur, Garam hingga Energi Kepulauan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan...

Sekda Agus Dwi Saputra Ajak ASN Sumenep Perkuat Semangat Kemanusiaan melalui Donor Darah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten...

Peringati Maulid Nabi, Keluarga Besar Bapenda Sumenep Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pengabdian

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Keluarga besar Badan Pendapatan...

Kabar Baik, Sambut Hari Jadi Sumenep ke-757, Bapenda Beri Diskon Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kabar baik bagi masyarakat...

Sekda Sumenep Minta ASN Perkuat Disiplin dan Berani Berinovasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *