Dugaan Pungli di SMPN 1 Bantarbolang, Orangtua Harus Keluarkan Uang untuk Perpisahan

Pada
Dugaan Pungli di SMPN 1 Bantarbolang, Orangtua Harus Keluarkan Uang untuk Perpisahan
Dugaan Pungli di SMPN 1 Bantarbolang, Orangtua Harus Keluarkan Uang untuk Perpisahan
A-AA+A++

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – SMPN 1 di Kecamatan Bantarbolang, diduga adakan tarikan iuran sumbangan taliasih perpisahan Kelas 9 yang dibebankan kepada orang tua siswa. Jumlahnya cukup fantatis, sebesar Rp.260.000 per anak (siswa).

Orang tua wali murid kelas 9 yang tidak mau menyebutkan identitas nama yang anaknya kelas 9 menuturkan kepada awak media yang mengaku heran di SMP Negeri masih saja ada pungutan itu.

IMG-20260617-WA0002

“Setahu saya, kan sekolah tidak boleh menarik iuran berbentuk apapun, apa lagi ini SMP Negeri. Maka saya juga heran kenapa tarikan dengan dalih perpisahan dan taliasih yang jumlahnya cukup banyak,” tutur RN kepada awak media.

RN mengungkapkan, untuk uang iuran yang ditarik itu sebesar Rp260.000.

“Itu pun masih dikumpulkan sekolah dan komite kita masih dimintai iuran lagi sebesar Rp250.000 untuk pemasangan paving,” ungkapnya.

Kelapa SMPN 1 Bantarbolang, Ika, saat dikonfirmasi via selulernya tidak menampik terkait penarikan uang yang dibebankan kepada siswa-siswi.

“Memang tarikan itu untuk foto album siswa-siswi,” sebutnya.

Sementara berdasarkan acuan satuan setingkat SD dan SMP, untuk tidak melakukan pungutan, Permendikbud RI No.44 Tahun 2012, tentang pungutan dan sumbangan, biaya pendidikan pasal 9 ayat (1) Permendigbud No 44 Tahun 2012.

Kemudian pada pasal 181 huruf d, PP No 17 Tahun 2010, menyebutkan pendidik dan tenaga kependidikan baik perorangan maupun kolektif dilarang melakukan pingutan kepada peserta didik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pemendigbud RI No 75 Tahun 2016, tentang komite sekolah, komite sekolah hanya dapat menggalang dana berupa sumbangan dan bantuan dan itu sama sekali tidak berkaitan dengan perpisahan dan wisuda.

Aturan tersebut sudah terpampang dengan jelas, tapi kenapa diduga masih ada sekolah yang berani mengkolektif dalam acara perpisahan, apa lagi untuk tali asih. (srt)

Bacaan Lainnya

Atlet Pencak Silat RGP Fighter Club Raih Emas Piala Panglima 2026

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

SMAN 1 Masalembu Juara I Lomba Antikorupsi, Siap Wakili Sumenep ke Tingkat Jawa Timur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

Buka Bimtek Sekolah Inklusif 2026, Kadisdik Sumenep Tekankan Kesetaraan Hak Pendidikan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep...

SMANBO Tampil Gemilang pada Ajang Lomba Lari HUT ke-81 RI Tumbangkan Rivalnya SMA DDI Masalembu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Semarak peringatan Hari Ulang...

Kepala SMAN 1 Masalembu Kobarkan Semangat Kemerdekaan di HUT ke-81 RI

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala SMAN 1 Masalembu,...

Muhammad Ja’far Hasibuan, Mahasiswa USU yang Mengubah Keterbatasan Menjadi Karya Ilmiah

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Kisah perjuangan Muhammad Ja’far...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *