Krisis BBM di Sumenep Madura Jawa Timur Belum Teratasi, Masyarakat Desak Langkah Nyata Pemerintah

Pada
Krisis BBM di Sumenep Madura Jawa Timur Belum Teratasi, Masyarakat Desak Langkah Nyata Pemerintah
Krisis BBM di Sumenep Madura Jawa Timur Belum Teratasi, Masyarakat Desak Langkah Nyata Pemerintah
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali dibuat resah akibat sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite dan Solar. Hingga Rabu (1/7/2026), masyarakat masih harus mengantre selama berjam-jam di sejumlah SPBU hanya untuk mendapatkan BBM yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut terlihat di SPBU 54.694.08 yang berada di Jalan Arya Wiraraja, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat telah memenuhi area SPBU hingga meluber ke luar lokasi.

Sejumlah warga mengaku kelangkaan Pertalite dan Solar dalam beberapa hari terakhir terjadi hampir di seluruh SPBU di Kabupaten Sumenep. Kondisi ini berbeda dengan biasanya, ketika kedua jenis BBM tersebut relatif mudah diperoleh.

“Ini sebenarnya ada apa? Kenapa sampai sekarang masyarakat yang hanya ingin membeli Pertalite dan Solar harus dibuat resah seperti ini? Apakah pemerintah tidak melihat kondisi yang dialami masyarakat? Mengapa belum ada solusi yang benar-benar dirasakan warga?” ujar seorang pengendara yang sedang mengantre Pertalite.

Akibat antrean panjang, banyak warga mengaku aktivitas dan pekerjaan mereka ikut terganggu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru habis di antrean SPBU demi mendapatkan BBM.

“Mau sampai kapan masyarakat harus menghadapi kondisi seperti ini hanya untuk membeli BBM?” keluh pengendara lain yang sedang mengantre Solar.

Padatnya antrean juga berdampak pada pengguna kendaraan yang hendak membeli jenis BBM lain. Mereka kesulitan memasuki area pengisian karena akses menuju dispenser dipenuhi kendaraan yang mengantre Pertalite dan Solar.

Warga pun mendesak pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut agar distribusi BBM kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.

“Tolong pemerintah lebih sigap. Kami datang untuk membeli BBM, bukan meminta secara cuma-cuma. Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban akibat persoalan yang tak kunjung selesai,” tegas salah seorang warga.

Bacaan Lainnya

Dari Pulau Terluar Sumenep Jawa Timur, SMAN 1 Masalembu Buktikan Mampu Bersaing di Tingkat Nasional

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

Pemprov NTB Tertarik Pelajari Inovasi Tata Kelola Pemerintahan di Kabupaten Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep menerima...

RSUD Sumenep Perkuat Layanan JKN Melalui Kolaborasi Bersama Ombudsman, YLKI, dan BPKN

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan...

Petik Laut LPMN Sumber Samudra Jadi Simbol Syukur dan Kepedulian Terhadap Kelestarian Laut di Pulau Masalembu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tradisi Petik Laut atau...

Perusahaan Rokok Binaan BC Madura CV Ayunda Berkolaborasi dengan Lapas Pamekasan Cetak Warga Binaan Berdaya Saing di Sektor Pertanian

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas...

Pertemuan dengan Wan Sehan Jadi Penyemangat Baru Gerakan Sosial BANI

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Suasana penuh kehangatan dan...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *