PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pembangunan proyek City walk Pemalang yang mulai dikerjakan kemarin 4/8/2025 di sepanjang jalan jendral Sudirman berdampak pada penjual toko dan para juru parkir (jukir).
Sejumlah pemilik toko mengaku daganganya sepi pembeli karena trotoar jalan dibongkar, dan pengalihan arus lalu lintas. Akibatnya tidak ada pembeli yang mampir.
Proyek pembangunan city walk ini diperkirakan akan memakan waktu selama 4 bulan.
![]()
“Pembangunan seperti ini selama 4 bulan ya mas?,” tanya seorang pemilik toko dengan wajah muram.
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh para petugas juru parkir (jukir) yang setiap hari mengatur parkir di depan toko.
“Selama 3 bulan kami nganggur, tidak bekerja, tidak ada pemasukan. Padahal kami harus menghidupi istri dan anak-anak,” ujar Kisno dan kawan-kawan juru parkir.
Keluhan para juru parkir ini rupanya didengar oleh Kepala Dishub Pemalang Heru Weweg Sembodo MAP yang langsung memerintahkan Kepala Unit Terminal Penumpang dan Perparkiran (UTPP) Syamsyul Rizal SIP untuk menemui rekanan/kontraktor proyek tersebut.
Kasubag UTPP Dishub Pemalang, Nur Afnan MAP, ketika ditemui di kantornya menjelaskan bahwa pihaknya sudah koordinasi dengan pihak kontraktor proyek agar bisa memanfaatkan tenaga jukir yang nganggur itu untuk bisa ikut bekerja sementara di proyek.
”Alhamdulillah usulan kita mendapat respon dari pihak kontraktor. Para jukir akan bekerja ikut di proyek tersebut sesuai area parkir,” jelas Nur Afnan.
Nur Afnan juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan hal itu kepada komisi C DPRD Pemalang.
”Sebab bagaimanpun dampak dari jukir tersebut nanti pasti ada pengaruhnya terhadap PAD Pemalang dari hasil parkir,” pungkas Nur Afnan. (mam/ely)


