BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi saluran air beton pada proyek preservasi jalan dan jembatan ruas Gunung Tabur (Simpang Tiga Maluang)–Usiran–Tanjung Batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, menjadi perhatian setelah ditemukan bagian konstruksi yang terlihat retak, Kamis (22/10/2026).
Proyek dengan nilai kontrak Rp27.655.961.000 atau sekitar Rp27,65 miliar tersebut dikerjakan oleh PT Ika Karya Nusa. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kontrak proyek ditetapkan pada 30 Januari 2026 dengan masa pelaksanaan selama 336 hari kalender.
Kondisi saluran air beton kini sudah retak cukup lebar dan terpisah antar bagian dan memicu kekhawatiran akan kualitas pekerjaan tersebut.
Temuan keretakan pada saluran air beton itu memunculkan pertanyaan mengenai kondisi fisik dan mutu pekerjaan, terlebih proyek tersebut masih tergolong baru. Kondisi tersebut menjadi penting bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Pemeriksaan teknis diperlukan guna mengetahui apakah keretakan berkaitan dengan proses pelaksanaan, karakteristik material, kondisi tanah, faktor lingkungan, atau penyebab lainnya.
Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Arsono, pengawas lapangan dari PT Arci Pratama Konsultan, melalui pesan WhatsApp. Namun, belum mendapatkan tanggapan.
Keterangan dari pengawas lapangan dan kontraktor pelaksana diperlukan untuk menjelaskan kondisi saluran air beton tersebut, termasuk apakah keretakan telah diperiksa dan bagaimana hasil evaluasinya.
Selain itu, instansi terkait yang bertanggung jawab atas proyek tersebut perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan dan pengendalian mutu pekerjaan.
Awak media kini dalam penelusuran lebih lanjut dan membuka ruang bagi Arsono selaku pengawas lapangan, PT Arci Pratama Konsultan, PT Ika Karya Nusa selaku kontraktor pelaksana, serta instansi penanggung jawab proyek untuk memberikan klarifikasi.
Perkembangan lebih lanjut, termasuk tanggapan dari pihak pengawas dan pelaksana proyek serta instansi terkait akan disampaikan setelah informasi tambahan diperoleh. (fnd)

Tidak ada Respon