SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Momentum Ramadan dimanfaatkan keluarga besar SMA Negeri 1 Arjasa untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa. Melalui kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim, lembaga satuan pendidikan yang dipimpin Kepala Sekolah Moh Tahir tersebut kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik yang berempati dan berjiwa sosial.
Agenda tahunan yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Arjasa Sumenep ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berbagi hidangan berbuka, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah.
Kepala SMAN 1 Arjasa, Moh Tahir, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan kepada siswa, terutama di bulan suci Ramadan.
“Buka puasa bersama ini bukan sekadar tradisi makan bersama. Kami ingin menghadirkan kebersamaan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim serta siswa yang membutuhkan, termasuk warga di sekitar sekolah,” ujar Moh. Tahir, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, santunan yang diberikan berasal dari partisipasi guru, tenaga kependidikan, serta siswa yang dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya. Hal ini menjadi pembelajaran nyata bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih, tetapi bisa dimulai dari kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama.
Kepsek Moh Tahir juga mengatakan, bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momen memperkuat solidaritas keluarga besar sekolah. Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, seluruh elemen sekolah duduk bersama tanpa sekat, merasakan kebersamaan dan mempererat hubungan emosional.
“Kami ingin menumbuhkan rasa persaudaraan, memperkuat persahabatan, serta meningkatkan keakraban antarwarga sekolah. Saat berbuka puasa, semua menyatu dalam suasana kekeluargaan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi positif yang tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dengan kegiatan sosial yang konsisten, SMAN 1 Arjasa berupaya melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kepekaan sosial yang tinggi.
Melalui langkah sederhana namun bermakna tersebut, kepemimpinan Moh. Tahir di SMAN 1 Arjasa menunjukkan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya soal ilmu pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.