PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260619-WA0002

Madura Batik Festival Sumenep Jadi Wadah Pelestarian Budaya Batik bagi Generasi Muda

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rangkaian kegiatan Madura Batik Festival yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Sumenep berjalan meriah melalui agenda Workshop dan Pelatihan Membatik yang diikuti sekitar 100 pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga sekaligus melestarikan budaya batik Madura di tengah perkembangan era modern.

Workshop menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang budaya dan batik, yakni Ibnu Hajar serta Busaki. Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan edukasi mengenai sejarah batik Madura, filosofi motif, hingga teknik membatik yang menjadi ciri khas masyarakat Madura.

IMG-20260617-WA0002

Ibnu Hajar dalam pemaparannya menyampaikan bahwa batik Madura bukan sekadar kain bermotif, melainkan memiliki nilai sejarah dan identitas budaya yang kuat. Karena itu, generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman.

“Generasi muda harus mengenal, mencintai, dan ikut menjaga budaya daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Madura,” ajaknya.

Sementara itu, Busaki yang juga Direktur Batik Rato Sumenep memberikan pelatihan praktik membatik secara langsung kepada peserta. Ia mengenalkan teknik dasar membatik hingga berbagai motif khas Madura yang sarat dengan nilai filosofis. Para pelajar terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik membatik tersebut.

Kegiatan yang diketuai Ach. Sayuthi itu juga terlaksana berkat kolaborasi bersama PC IPNU IPPNU Sumenep sebagai bentuk keterlibatan pelajar dalam upaya pelestarian budaya lokal.

Ketua PC IPNU IPPNU Sumenep, Moh. Ainul Yakin, menegaskan bahwa menjaga budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah ataupun tokoh budaya semata, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

“Budaya adalah identitas daerah dan bangsa. Karena itu, generasi muda harus menjadi pelopor dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal, terutama batik Madura,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga para pelajar terhadap budaya daerah serta mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu menjaga eksistensi batik Madura agar terus berkembang di masa mendatang.

Workshop berlangsung interaktif dan penuh semangat. Selain mendapatkan materi tentang sejarah dan filosofi batik, peserta juga berkesempatan praktik langsung bersama pengrajin dan pendamping kegiatan.

Melalui Workshop dan Pelatihan Membatik dalam rangkaian Madura Batik Festival ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap pelestarian budaya lokal serta mampu menjaga warisan budaya Madura agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bacaan Lainnya

DPMD Sumenep Bawa Inovasi Tata Kelola Desa ke Panggung MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Madura Culture Festival (MCF)...

Dari Sampah Menjadi Estetik, DLH Sumenep Kampanyekan Pengelolaan Lingkungan di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pesan menjaga lingkungan tidak...

Stan DKPP Sumenep di MCF 2026 Tawarkan Produk Lokal dan Beragam Layanan Gratis

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Ketahanan Pangan dan...

Ragam Kuliner Tradisional Khas Pulau Masalembu Jadi Daya Tarik di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pulau Masalembu tak hanya...

Sekda Sumenep Kunjungi Stan Kecamatan Gapura di MCF 2026 yang Tampilkan Ragam Kuliner Lokal

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Beragam produk kuliner lokal...

Kunjungan Sekda Agus Dwi Saputra ke Stan Bapenda Sumenep Warnai Semarak MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *